
Sebanyak 1.659 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, hingga jajaran Polsek dikerahkan ke lokasi aksi buruh di kawasan Monas, Kamis (8/1). (Istimewa)
JawaPos.com - Hari ini, Kamis (8/1), Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama sejumlah elemen massa menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di kawasan Monas, Jakarta Pusat.
Mereka mengkritisi keputusan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) terkait rendahnya upah di dua provinsi yang mereka pimpin.
Sebanyak 1.659 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, hingga jajaran Polsek dikerahkan ke lokasi untuk memastikan situasi tetap kondusif.
Seluruh personel yang bertugas dipastikan tidak membekali diri dengan senjata api. Langkah ini diambil untuk mengedepankan pendekatan yang lebih persuasif kepada para peserta aksi.
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombespol Reynold E.P. Hutagalung menegaskan, tugas utama aparat adalah melayani masyarakat dan menjamin hak konstitusional warga dalam bersuara.
"Kita hadir untuk melayani saudara-saudara kita yang menyampaikan pendapat. Personel di lapangan tidak membawa senjata api dan diperintahkan untuk selalu mengedepankan sikap humanis, persuasif, dan profesional," ujar Reynold, Kamis (8/1).
Selain menjaga keamanan, Reynold juga memberikan pesan bagi para orator dan massa aksi. Ia meminta agar agenda penyampaian pendapat ini tidak merugikan kepentingan umum.
Mereka diimbau agar tidak menutup akses jalan umum, melakukan aksi anarkis seperti membakar ban atau merusak fasilitas publik dan memprovokasi massa maupun melawan petugas di lapangan.
Di sisi lain, bagi masyarakat yang berencana melintasi area Jakarta Pusat, sebaiknya mulai memantau rute perjalanan.
Kepolisian menyarankan warga untuk mencari jalur alternatif guna menghindari potensi kemacetan di sekitar kawasan Monas.
Terkait arus kendaraan, pihak kepolisian belum melakukan penutupan jalan secara permanen. Skema lalu lintas akan sangat bergantung pada jumlah massa yang hadir di lapangan.
"Pengaturan lalu lintas bersifat situasional dan akan disesuaikan dengan eskalasi jumlah massa di lapangan. Kami mohon kerja sama semua pihak agar kegiatan berjalan aman, tertib, dan kondusif," imbuh Reynold.

Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Sarwendah Dikabarkan Hengkang dari Rumah Cilandak, Begini Komentar Pihak Ruben Onsu
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Menlu Iran Ungkap Dugaan Kebocoran Intelijen di Jantung Kekuasaan, Serangan yang Tewaskan Khamenei Dinilai Sudah Diketahui Musuh
Hotman Paris Sampaikan Permintaan Maaf usai Diduga Hina Wartawan "Lu punya otak enggak sih?"
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Polisi Periksa Saksi dan CCTV, Ungkap Dugaan Penculikan Atlet Golf Putri Indonesia Jesslyn Wijaya
