Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 1 Juni 2023 | 20.14 WIB

Usai Viral Diduga Rasis, Ketua RT Riang Minta Maaf ke Pemilik Ruko Makan Bahu Jalan

Aksi keributan terkait pemanfaatan trotoar antara Ketua RT dan pemilik toko. (Dok. Twitter @PSI_Jakarta) - Image

Aksi keributan terkait pemanfaatan trotoar antara Ketua RT dan pemilik toko. (Dok. Twitter @PSI_Jakarta)

JawaPos.com - Ketua RT11/RW03 Riang Prasetya menghaturkan permohonan maafnya kepada para pemilik ruko yang memakan bahu jalan di Pluit, Jakarta Utara. Hal itu diungkapkannya usai viral di media sosial dirinya diduga rasis. Namun, ia tak menggubris pertanyaan wartawan ketika ditanya apakah permintaan maaf itu berkaitan dengan dugaan rasis terhadap dirinya.
 
"Bilamana ada tindakan yang mungkin kurang berkenan atau ada kilaf kata dan tutur bahasa saya yang menyinggung saudara-saudari, maka dengan segala kerendahan hati saya mohon kiranya dibukakan pintu maaf," ujarnya dalam surat terbuka kepada para pemilik ruko, Kamis (1/6).
 
Ia menegaskan bahwa aksinya di tengah pusaran polemik ruko yang memakan bahu jalan hanya untuk memenuhi tanggung jawabnya sebagai Ketua RT. Ia mengaku tak memiliki masalah secara pribadi terhadap para pemilik ruko tersebut.
 
 
"Saya tidak bermusuhan dengan para Pemilik Ruko, saya juga tidak ada niat untuk memusuhi para pengusaha. Yang saya lakukan murni karena kepedulian saya kepada lingkungan RT11/RW03," pungkas Riang.
 
Sebelumnya, viral Ketua RT 011/RW03 Kelurahan Pluit Riang Prasetya diduga melontarkan ucapan-ucapan rasis saat cekcok terjadi sehubungan dengan polemik ruko makan bahu jalan. Dalam video yang diunggah akun @PSI_Jakarta, terlihat Riang sudah beradu omong dengan nada tinggi satu sama lain bersama warga. 
 
"Oh, nggak bisa, bukan soal viral," kata Riang dalam video tersebut.
 
"Karena pelanggaran, oke kamu koordinasi dengan Lurah, Camat," timpal lawan bicara Ketua RT itu.
 
"Nggak bisa, karena Lurah, Camatnya takut sama kamu," kata Riang lagi.
 
"Aku wong kito galo, Pak," imbuhnya tiba-tiba.
 
 
Mendengar ucapan itu, warga lainnya ikut nimbrung dan mengingatkannya untuk tidak membawa-bawa suku. 
 
"Jangan sok jadi jagoan di sini, lo!" kata warga lainnya dengan sentakan.
 
Tak terima dengan itu, Riang semakin naik darah.
 
"Eh, gua kasih tau nanti pribumi datang ke sini," teriaknya.
 
Setelah itu, suasana semakin panas lantaran kata pribumi yang dilontarkan Riang.
 
"Jangan bawa-bawa pribumi," timpal salah seorang warga.
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore