
Polres dan Polresta Bogor Kota, mengamankan 83 motor hasil sitaan preman berkedok matel dari masyarakat di jalan raya. (Hendi Novian/Radar Bogor)
JawaPos.com - Insiden pengeroyokan terhadap 2 orang mata elang (matel) di bilangan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan (Jaksel) pada Kamis sore (11/12) berujung kematian dan kerusuhan.
Kedua korban meninggal dunia setelah dikeroyok orang tidak dikenal di pinggir jalan. Lantas apa sebenarnya matel, pekerjaan yang dilakoni oleh kedua korban tersebut?.
Bagi warga Jakarta, melihat kelompok orang yang berdiri di pinggir jalan sambil memperhatikan nomor polisi kendaraan bermotor boleh jadi sudah biasa. Kelompok itu kerap ditemukan di beberapa ruas jalan utama.
Selain melakukan screening terhadap kendaraan yang melintas, mereka biasanya mencocokan data lapangan dengan data pada telepon genggam masing-masing.
Selain sepeda motor, matel juga kerap ditugaskan untuk mencari mobil-mobil yang menunggak pembayaran kredit.
Tidak hanya mengintai, sering kali matel juga langsung menarik kendaraan yang menjadi target atau sasaran mereka.
Tindakan itu kerap menyebabkan keributan. Belakangan, keributan yang melibatkan matel viral di media sosial.
Termasuk aksi pengeroyokan 2 orang matel di kalibata Jakarta Selatan. Video yang menunjukkan 2 orang matel menjadi korban pengeroyokan hingga bersimbah darah dan kehilangan nyawa beredar luas.
Insiden itu pula yang memantik terjadinya pembakaran sejumlah warung dan kerusuhan panjang di Kalibata sejak pukul 18.30 WIB hingga menjelang tengah malam kemarin.
Pekerjaan yang dilakoni oleh 2 orang korban tersebut tidak ubahnya debt collector atau penagih utang.
Namun, matel spesifik pada penagihan kendaraan bermotor yang terdata pembayaran cicilan atau kreditnya macet.
Matel dikerahkan untuk mencari, menemukan, melakukan penagihan, hingga menarik kendaraan bermotor tersebut.
Sebutan matel sendiri tidak muncul begitu saja. Orang-orang yang melakoni pekerjaan itu disebut matel lantaran dinilai punya kemampuan untuk mengintai dengan cepat dan tepat.
mereka hanya bermodalkan ketajaman pandangan mata di tengah keramaian lalu lintas, khususnya di kota besar seperti Jakarta yang setiap ruas jalannya dipenuhi kendaraan.
Lantaran kerap kali memantik keributan di pinggir jalan, pekerjaan matel sering menjadi sorotan. Bahkan tidak jarang memancing reaksi perlawanan dari pemilik kendaraan.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
