
Sejumlah siswa SMA 72 yang terluka dirawat di IGD Rumah Sakit Islam Jakarta, Jumat (07/11/2025). Dikabarkan sebelumnya terjadi sebuah ledakan d SMAN 72 Kelapa Gading. Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri mengatakan ada 54 korban luka akibat peristiwa
JawaPos.com - Polda Metro Jaya mengambil langkah strategis dengan memindahkan terduga pelaku di balik ledakan SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati.
Pemindahan sudah dilakukan sejak Senin (10/11). Tujuannya agar terduga pelaku yang masih berusia di bawah 18 tahun mendapat penanganan lebih intensif, baik secara medis maupun psikologis.
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombespol Budi Hermanto menyampaikan bahwa pihaknya mengedepankan perlindungan terhadap terduga pelaku.
Hal itu sesuai dengan aturan yang berlaku bagi anak di bawah umur yang berhadapan dengan hukum.
Dia memastikan, Rumah Sakit Polri Kramat Jati sudah membentuk tim terpadu untuk menangani anak tersebut. Terdiri atas tenaga medis, psikolog, dan penyidik.
Budi mengungkapkan, tim itu bertugas untuk menangani korban dalam pemulihan kondisi fisik, psikologis, maupun penanganan kasus yang masih terus bergulir.
Sesuai dengan komitmen yang disampaikan sejak awal, kasus itu akan ditangani dengan sebaik-baiknya oleh Polda Metro Jaya. Penyidik memastikan kasus itu ditangani sampai benar-benar tuntas.
”Di RS Polri sudah ada tim terpadu. Bukan hanya untuk perawatan medis, tetapi juga pendampingan psikologis,” ungkap Budi, dikutip Selasa (11/11).
Pemindahan terduga pelaku yang berstatus anak berhadapan dengan hukum dilakukan oleh Polda Metro Jaya untuk menghindari risiko infeksi.
Sebab, anak tersebut dirawat dalam satu ruangan bersama beberapa pasien lain. Saat ini, anak itu ditempatkan di ruang perawatan tersendiri. Sehingga kondisinya bisa lebih terpantau.
Pemindahan terduga pelaku juga akan memudahkan penyidik dalam melaksanakan pendalaman. Mengingat saat ini kondisi anak tersebut sudah stabil dan telah sadar.
Bila kondisi kesehatannya terus membaik, penyidik akan memulai pemeriksaan terhadap anak tersebut. ”Kalau kesehatannya semakin membaik, penyidik bisa lebih mudah melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan,” kata dia.
Budi menegaskan kembali bahwa proses hukum terhadap terduga pelaku dilaksanakan sesuai dengan ketentuan perlindungan anak yang berhadapan dengan hukum.
Yang bersangkutan juga akan mendapat pendampingan khusus selama proses penyidikan. Polda Metro Jaya memastikan seluruh proses penanganan dilakukan secara humanis dan sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
