
Sejumlah Warga Negara Asing (WNA) atau turis asing berwisata ke kawasan Kota Tua, Jakarta, Kamis (09/10/2025). (Hanung Hambara/Jawa Pos)
JawaPos.com - Gubernur DKI Pramono Anung ingin mengembangkan beberapa kawasan sebagai hub baru di Jakarta. Setelah merencanakan Blok M dan Dukuh Atas, Pramono kembali menginginkan Kota Tua juga dikembangkan sebagai hub baru dan juga ikon baru Jakarta.
"Tahun 2027 adalah 500 tahun Jakarta, 2029 MRT sudah selesai sampai Kota Tua. Sehingga dengan demikian, benar-benar daerah ini (Kota Tua) harus siap menjadi tempat baru, hub baru bagi Jakarta," ujar Pramono.
Dengan pengembangan Kawasan Kota Tua sebagai hub baru, Pram ingin menarik banyak turis berkunjung ke sana. Mulai dari turis Eropa Barat, Timur, maupun Asia.
Untuk mewujudkan impian itu, politisi PDI Perjuangan itu menyatakan, Pemprov DKI tidak bisa sendirian. Terlebih, di Kawasan Kota Tua itu tidak hanya ada aset Pemprov, tetapi ada juga milik Pemerintah Pusat.
"Tentunya tidak bim salabim kemudian jadi. Kita rencanakan lebih terstruktur. Tadi kami sudah bersepakat untuk ada Task Force (satgas, Red) yang terdiri dari pemerintah pusat, pemerintah Jakarta. Nantinya dalam perjalanan pasti akan ada BUMN, BUMD, dan swasta," jelasnya.
Menurut Pram, task force itu nantinya yang akan mendetailkan tanggung jawab masing-masing. Mulai dari tanggung jawab pemerintah daerah, pemerintah pusat, maupun swasta.
Namun begitu, untuk tahap awal, tahun 2026, Pemprov DKI akan melaksanakan apa yang menjadi tanggung jawabnya. Yakni, perbaikan sarana dan prasarana dasar dari perbaikan jalan, sungai, hingga pedestrian.
Tidak sampai di situ, untuk pengembangan Kawasan Kota Tua itu, Pram juga mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk memindahkan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ke Kawasan Kota Tua tersebut. Tujuannya, agar Kawasan Kota Tua itu, benar-benar menjadi tempat di mana para seniman dan sebagainya bisa berimprovisasi.
"Dan kami harapkan betul, daerah cagar budaya yang heritage ini, secara pelan-pelan akan kami sempurnakan sehingga akan naik kelas," katanya.
Pemindahan IKJ ke Kawasan Kota Tua itu dijelaskannya karena kawasan heritage itu memerlukan banyak talent seniman yang secara langsung bisa berpanggung di sana. Pram meyakini, dengan ruang kreatifitasnya menjadi lebih baik, lebih lebar, lebih luas, serta dukungan pemerintah daerah dan pemerintah pusat itu bisa membuat IKJ lebih baik.
"Tapi yang penting, sebelum IKJ pindah, tempatnya akan kami persiapkan. Dan rencananya, tahun 2027 itu (pembangunan) MRT sampai Kota, sebenarnya udah bersih di atas, termasuk jalan-jalannya, semuanya akan konsentrasi di bawah," jelasnya. Dan untuk proyek pekerjaan MRT di bawah tanah sampai Kota itu ditargetkan selesai tahun 2029.
"Dan kalau itu bisa dilakukan sampai dengan tahun 2027-2029, mudah-mudahan apa yang kami rencanakan itu sesuai dengan apa yang kami harapkan," tambahnya.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
