
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendriz mengungkap kasus cinta segitiga berujung pembunuhan di Cilincing. (Istimewa)
JawaPos.com - Kasus cinta segitiga berakhir tragis di Cilincing, Jakarta Utara. Seorang pria bernama Muhammad Yusuf alias Aco, 19, tewas ditikam di kontrakannya pada 28 Agustus 2025.
Pelakunya, AS alias C, 36, akhirnya berhasil ditangkap polisi saat bersembunyi di Bengkulu setelah sempat buron selama hampir tiga minggu.
Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Erick Frendriz menjelaskan, tragedi ini dilatarbelakangi motif asmara. Korban yang mengetahui kekasihnya akan kembali menjalin hubungan dengan mantan pacarnya, yakni tersangka, merasa tak terima.
Yusuf lalu meminta nomor telepon tersangka dari seorang saksi dan mengirim pesan bernada kasar.
"Dia (pelaku) menyampaikan bahwa, saya mau balik lagi dengan mantan pacar saya, nah si korban enggak terima ini menurut pengakuan pelaku. Sesuai juga dengan keterangan saksi," ujar Erick.
Tersulut emosi, AS bersama seorang rekannya inisial T mendatangi kontrakan korban sambil membawa badik.
Di sana, terjadi adu mulut yang sempat dilerai saksi. Namun situasi memanas dan tersangka langsung menusuk punggung kiri Yusuf dengan senjata tajam sepanjang 30 sentimeter.
"Kemudian (pelaku) datang dengan membawa senjata tajam, kemudian melakukan penganiayaan terhadap korban di rumah korban," jelas Erick.
Korban mengalami luka parah hingga akhirnya meninggal dunia. Sementara pelaku dan rekannya langsung kabur dari lokasi.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara Kompol Onkoseno Gradiarso Sukahar mengungkap hasil autopsi menunjukkan korban tewas akibat luka tikaman yang sangat fatal.
"Jadi dari pemeriksaan hasil autopsi terhadap korban, didapati luka tusuk di bagian punggung sebelah kiri yang kemudian menembus ke rongga dada, mengakibatkan kedua paru-paru korban kempes," ujarnya.
"Akibatnya, tidak mendapat suplai oksigen maupun aliran darah dan ini yang membuat korban meninggal," sambungnya.
Polisi bergerak cepat melacak keberadaan pelaku. Hasil penyelidikan mengarah ke Bengkulu.
"Kami melakukan penyelidikan dan pengejaran ke sana dan akhirnya semalam tanggal 17 September ditangkap dan dibawa ke sini untuk dilakukan penyidikan dan penahanan terhadap pelaku," terang Erick.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
