Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia bersama aliansi komunitas ojol lainnya menggelar aksi demo di depan gedung DPR/MPR RI, Rabu (17/9). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
JawaPos.com - Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia bersama aliansi komunitas ojol menggelar aksi demo di depan gedung DPR/MPR RI, Rabu (17/9). Mereka tiba sekitar pukul 13.30 WIB sambil membawa spanduk yang isi kritik kepada pemerintah.
Massa yang diperkirakan hadir mencapai ribuan, nyatanya hanya dihadiri puluhan sopir ojek online. Meski hanya sedikit orang, mereka tetap menyuarakan aspirasi mereka.
Spanduk bertulisan kritik pun dipasang di depan pintu gerbang DPR RI. Mereka pun juga menyinggung kematian tragis driver ojek online (ojol) Affan Kurniawan karena dilindas kendaraan taktis (rantis) Korps Brimob Polri.
"Potongan aplikasi 10 persen harga mati. Bukan kawan kami yang dimatikan. Kemana Kemenhub? Kemana Pemerintah?," tulis spanduk tersebut.
Sejumlah perwakilan sopir ojol pun bergantian orasi di atas mobil komando. Mereka pun kesal tidak ada perwakilan DPR RI yang menemui massa aksi.
"Jangan enak-enak aja duduk di gedung DPR. Kalau memang mereka wakil rakyat keluar temui kami. Kalau tidak keluar bukan wakil rakyat," ujar orator.
Ia juga menyinggung mengenai tidak ada rasa empatinya anggota DPR RI terhadap nasib rakyat. Tidak ada satupun tuntutan aksi yang mereka penuhi.
"Saya berkali-kali ikut aksi mau mahasiswa, guru, ojol tidak ada satupun perwakilan rakyat yang keluar. Kita diangkapnya tukang obat lagi jualan obat sama mereka. Jangan cuma maunya gaji mereka saja yang naik. Ingat gaji mereka itu dari kita," katanya.
Ketua Umum Garda Indonesia Raden Igun Wicaksono mengatakan, aksi ini menuntut Presiden Prabowo Subianto untuk segera mencopot Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi, yang dinilai gagal menjalankan tugasnya dan justru memihak kepentingan perusahaan aplikasi transportasi online.
"Silakan masyarakat menilai apa prestasi konkret Menteri Perhubungan saat ini. Bahkan dalam ekosistem transportasi online, ia lebih berperan layaknya pengusaha daripada menteri yang seharusnya membantu Presiden melayani rakyat," tegas Igun.
Ia juga menilai, kebijakan Kemenhub saat ini sarat dengan "vendor driven policy", di mana arah regulasi dikendalikan oleh perusahaan aplikasi. Akibatnya, aspirasi para pengemudi ojek online kerap ditolak.
Tuntutan Massa Aksi Demo Ojol
Adapun tuntutan utama aksi bertajuk 179 ini adalah:

104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
8 Spot Kuliner di Kota Tua Surabaya, Makan Enak dengan Suasana Vintage dan Pemandangan yang Memanjakan Mata!
Mariano Peralta Merapat ke Persija Jakarta? Manajer Borneo FC Langsung Buka Suara
15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
