Sejumlah gerai makanan di Blok M Jakarta Selatan tutup serentak. (Instagram @andremandor)
JawaPos.com – Media sosial tengah dihebohkan dengan kabar tutupnya sejumlah gerai di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, secara serentak dengan keluhan harga sewa naik tinggi.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan, mengingat Blok M dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan dan hiburan yang legendaris di Ibu Kota.
Kabar tutupnya toko di kawasan Blok M disampaikan salah satu akun Instagram @andremandor. Video yang diunggah pada Kamis (2/4) lalu ini bahkan telah ditonton lebih dari 1 juta kali.
“Toko-toko UMKM yang ada di Blok M sepakat pindah, emang bener ya? Yup bener banget, gue salah satu pelaku UMKM yang ada di sana,” ungkap akun @andremandor.
“Kita tiba-tiba dapat tagihan yang gak ngotak harganya,” tambahnya di akhir video.
Setelah viralnya kabar tersebut, Gubernur Jakarta Pramono Anung meninjau langsung kawasan Blok M pada Rabu lalu (3/9). Pramono membenarkan adanya penarikan tarif sewa di luar ketentuan.
"Saya minta untuk kerja sama yang dilanggar oleh koperasi, kalau mereka tidak memenuhi apa yang menjadi kesepakatan, maka saya minta untuk di-postpone, kerja samanya dihentikan saja," tegas Pramono, Kamis (4/9).
Setelah sidak Pramono di kawasan Blok M, permasalahan ini akhirnya menemukan titik terang. Pramono Anung menawarkan para pelaku UMKM untuk menggunakan area Blok M Hub, tepatnya di lorong B1.
Gubernur Jakarta ini bahkan memberikan keringanan berupa gratis biaya sewa selama 2 bulan awal.
Blok M bukan sekadar pusat belanja. Kawasan ini memiliki sejarah panjang sejak era kolonial Belanda. Dilansir dari laman kemenpar.go.id, awalnya wilayah ini merupakan kawasan permukiman elite dan pusat aktivitas masyarakat Belanda.
Kala itu, pada 1940-an, wilayah Gambir dan sekitarnya dinilai telah sesak penduduk. Belanda berniat membangun kota satelit, yang kemudian dibagi menjadi beberapa blok, dari Blok A hingga Blok S. Lalu dipilihlah kawasan Blok M sebagai pusat kota.
Seiring berjalannya waktu, pada 1980-an, Blok M berubah menjadi pusat perbelanjaan dan populer sebagai tempat gaulnya remaja ibu kota.
Tak hanya itu, Blok M juga identik dengan pesona wisata kulinernya. Bahkan oleh sejumlah kalangan, Blok M disebut “Little Tokyo”, karena banyaknya resto Jepang di kawasan ini.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
