Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 Juli 2025 | 05.20 WIB

Dugaan Beras Food Station Dioplos, Pemprov DKI Enggan Berkomentar Banyak

Ilustrasi beras premium. (Istimewa) - Image

Ilustrasi beras premium. (Istimewa)

JawaPos.com-Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat ada sebanyak 212 merek beras yang diduga melakukan pengoplosan beras curah menjadi premium. Nama-nama perusahan produsen merek beras premium sedang tersandung masalah dugaan beras oplosan. 

Salah satunya, BUMD pangan Pemprov DKI, yakni PT Food Station (FS) Tjipinang Jaya. Menanggapi tudingan itu, Asisten Perekonomian dan Keuangan (Asperkeu) Sekda DKI Jakarta Suharini Eliawati tidak berkomentar banyak. Sebab, tidak mengetahui informasi rinci terkait hasil uji laboratorium dari Kementan tersebut.

Dia juga enggan berkomentar banyak karena ingin mempertanyakan hasil itu terlebih dahulu kepada FS Tjipinang Jaya.

''Aku belum tahu itu (Hasil Pengujian) ya. Nanti aku buatin narasi (penjelasan) karena aku komunikasi dulu dengan teman-teman FS dulu ya,'' ujar Suharini Eliawati.

Tanggapan yang sama juga disampaikan Eliawati saat ditanyakan benar tidaknya harga beras FS itu tidak sesuai aturan harga eceran tertinggi (HET).

''Coba nanti saya tanyain dulu ya,'' tutur Suharini Eliawati.

Di lokasi yang sama, Kepala Badan Pembina Badan Usaha Milik Daerah (BP BUMD) DKI Jakarta Syaefuloh Hidayat menuturkan hal yang tidak jauh berbeda. Menurut dia, harus mengkonfirmasi terlebih dahulu tudingan Kementan tersebut.

''Saya jawabnya nanti saja ya, saya harus cek dulu,'' terang Syaefuloh Hidayat.

Begitu juga saat ditanyakan terkait harga beras yang diatas HET, dia menyatakan, akan mengecek kepada FS Tjipinang Jaya terlebih dahulu.

Hal yang tidak jauh berbeda juga disampaikannya saat ditanyakan hasil audit atas perintah Wakil Gubernur DKI kepada Inspektorat DKI. ''Saya cek dulu,'' kata Syaefuloh Hidayat.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Rano Karno menyebutkan, dari laporan yang diterima, tidak ada beras Food Station yang dioplos. Dia juga sudah memerintahkan jajarannya di Inspektorat untuk melakukan audit terkait oplosan itu.

''Kalau memang salah, tindak, gak ada urusan. Pasti ada audit, apalagi hal seperti ini. Ini Inspektorat sedang turun,'' imbuh Rano Karno.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore