
Aktivitas penumpang di Stasiun Tanah Abang, Kamis (26/6). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
JawaPos.com - Perluasan stasiun Tanah Abang telah rampung 99,992 persen. Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Jakarta Ferdian Suryo Adhi mengungkap, masih terdapat beberapa sertifikasi yang masih harus dikeluarkan. Salah satunya ialah Sertifikat Laik Fungsi (SLF) yang dikeluarkan Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan Provinsi DKI Jakarta.
"Yang sedang kami tunggu dalam waktu dekat itu Sertifikat Laik Fungsi dari Dinas Cipta Karya," ujar Ferdian di stasiun Tanah Abang, Kamis (26/6).
Meski begitu, Ferdian memastikan stasiun Tanah Abang yang telah di revitalisasi ini tetap dapat difungsikan pada Minggu (29/6) ini, seiring dikeluarkannya sejumlah sertifikasi. Ia juga menjamin keamanan pengguna stasiun Tanah Abang.
"Sudah sedang berproses, target waktunya memang di akhir Juni ini itu sudah bisa dipakai, jadi kami memang sedang nunggu itu," terangnya.
Diketahui, Perjalanan KRL di Stasiun Tanah Abang akan mengalami perubahan pola layanan. Mulai Sabtu malam, 28 Juni 2025 hingga Minggu dini hari, akan dilakukan switch over (SO) yang membawa sejumlah perubahan dalam alur layanan penumpang.
Stasiun Tanah Abang Baru ini sudah bisa digunakan bersamaan dengan pelaksanaan switch over. Dengan perluasan stasiun Tanah Abang, jumlah kapasitas penumpang naik dari 150 penumpang menjadi 300 ribu penumpang perhari.
"Kalau untuk target pengoperasian bersama dengan switch over, jadi 28 Juni menghadap 29 Juni secara overall Stasiun Tanah Abang sudah bisa beroperasi," ucap Ferdian.
Direktur Operasi dan Pemasaran PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Broer Rizal mengungkapkan, perubahan akan langsung terasa khususnya bagi penumpang dari jalur barat seperti Rangkasbitung, Serpong, dan Parung Panjang. Mereka yang biasanya turun dan naik dari peron 5 dan 6 akan dialihkan ke jalur 3, peron 3.
"Sekali lagi, penumpang dari lintas barat apakah itu Serpong, Parung, Rangkasbitung biasanya saat turun jalur 5 dan 6, nantinya akan turun di jalur 3 keluar dari peron 3. Itu yang berbeda," ujar Broer.
Meski begitu, stasiun Tanah Abang lama akan tetap digunakan, terutama bagi penumpang yang ingin keluar ke arah Pasar Tanah Abang. Mengenai nama stasiun, Broer memastikan tidak ada perubahan dan masih menjadi satu kesatuan dengan nama Stasiun Tanah Abang.
"Jadi untuk penumpang yang ke Pasar Tanah Abang itu bisa gunakan stasiun lama karena gate in ataupun out masih terpasang, jadi untuk penumpang keperluan out-nya ke arah Pasar Tanah Abang bisa gunakan bangunan yang lama," imbuhnya.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
