
Ilustrasi Bus Transjabodetabek
JawaPos.com – Pemprov DKI Jakarta meresmikan pengoperasian Transjabodetabek mulai hari ini, Kamis (24/4). Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) mengingatkan agar Pemprov DKI Jakarta tidak lupa untuk membuat perencanaan induk atau masterplan yang terintegrasi dan sistematis untuk wilayah Jabodetabek.
Ketua Umum MTI Tory Damantoro menuturkan, tanpa masterplan yang jelas, pembangunan layanan transportasi lintas wilayah bisa berakhir tidak efisien dan gagal mencapai tujuannya.
“Masterplan Jabodetabek bukan sekadar rencana teknis, melainkan fondasi bagi kolaborasi penyelenggaraan dan pembiayaan layanan lintas daerah yang dinikmati bersama oleh seluruh warga Jabodetabek," ujar Tory Damantoro, Kamis (24/4).
Ketua MTI Jakarta Yusa Cahya Permana juga menekankan, adanya masterplan memungkinkan pembagian peran dan biaya antar wilayah. Jakarta boleh jadi pionir dengan memberi subsidi awal, namun daerah-daerah penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek) juga harus ikut berkontribusi dalam jangka panjang.
“Selayaknya DKI Jakarta membiayai di tahap awal. Namun, melalui masterplan, kita dapat menentukan momen yang tepat ketika beban subsidi mulai bisa dialihkan ke wilayah Bodetabek, misalnya saat farebox recovery ratio sudah mencapai 70%. Inilah gunanya perencanaan bersama yang terukur," tambah Yusa.
Tak hanya soal rute bus baru, MTI juga mendorong revitalisasi Terminal Blok M menjadi simpul utama (hub) seluruh layanan transportasi Jabodetabek. Apalagi, terminal ini sudah terintegrasi dengan MRT Jakarta.
Diketahui, TransJabodetabek rute Alam Sutera – Blok M (S61) resmi beroperasi mulai hari ini, Kamis (24/4). Peluncuran ini dilakukan langsung Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, bersama Gubernur Banten Andra Soni serta Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Pilar Saga Ichsan.
Gubernur Jakarta Pramono Anung menuturkan, trayek S61 ini akan menjadi transportasi penghubung antarwilayah Tangerang Selatan - Jakarta dengan panjang lintasan 59,7 km dan 26 halte yang dilalui.
“Pada hari ini kita memulai meresmikan trayek baru Alam Sutera ke Blok M yang disebut dengan S61,” ujar Pramono di Blok M, Kamis (24/4).
Pramono menegaskan, trayek S61 merupakan bagian dari 6 rute baru TransJabodetabek yang akan segera diluncurkan. Rute ini dipilih lantaran tingginya kebutuhan masyarakat.
“Saya mendapatkan laporan dari Bapak Dirut Trans Jakarta bahwa ini termasuk begitu dibuka, minatnya itu tinggi sekali, maka nanti dalam kesehariannya setiap hari akan ada 24 bus yang melayani," katanya.
Lebih lanjut, trayek S61 akan beroperasi dengan frekuensi tinggi hingga 60 perjalanan per hari dengan interval sekitar 20 menit.
Saat ini, Transjakarta tengah melakukan uji coba enam rute alternatif Transjabodetabek secara bertahap. Yaitu, Terminal Depok–Terminal Kampung Rambutan, Sawangan–Lebak Bulus, Vida Bekasi–Cawang, Karawaci–Grogol, Grand Wisata Bekasi–Cawang, dan Bojong Gede–Kampung Rambutan.
“Termasuk menghubungkan tempat yang selama ini tidak dihubungkan atau belum terhubungkan yaitu misalnya daerah yang kita anggap elit dan tertutup akan kami hubungkan supaya menjadi terbuka, yaitu dari PIK ke Blok M," terangnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
