Polres Metro Jakpus menunjukkan dokter PPDS UI yang merekam mahasiswi mandi lewat ventilasi. (Polres Metro Jakpus)
JawaPos.com - Polres Metro Jakarta Pusat (Jakpus) menunjukkan dokter Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Indonesia (UI) yang merekam mahasiswi mandi lewat ventilasi. Tersangka kasus dugaan tindak pidana pornografi itu berinisial MAES. Dia adalah dokter gigi berusia 36 tahun.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakpus AKBP Muhammad Firdaus menjelaskan bahwa pelaku dan korban berinisial SSS tinggal di satu kos yang sama. Kamar mereka memang bersebelahan. MAES merekam SSS mandi pada Selasa petang pekan lalu (15/4).
”Korban merasa curiga dan sadar ada perekaman saat sedang mandi. Saat itu juga korban langsung melapor kepada teman-temannya dan berhasil mengamankan pelaku serta menyerahkannya ke Polres Jakarta Pusat bersama dengan barang bukti,” jelas Firdaus kepada awak media pada Senin (21/4).
MAES kini meringkuk di balik tahanan Polres Metro Jakpus. Dia ditujukan kepada publik sudah mengenakan pakaian tahanan berwarna oranye dengan nomor 18. Kepada petugas kepolisian, MAES mengaku iseng merekam SSS mandi. Dia menyebut, rekaman video SSS mandi yang dia rekam berdurasi delapan detik.
Pelaku merekam korban mandi menggunakan telepon genggam pribadi miliknya. MAES menyatakan bahwa baru pertama kali merekam korban. Dia juga tidak berniat menyebarluaskan rekaman tersebut. Menurut dia, video itu hanya diperuntukan bagi dirinya.
”Motif pelaku karena iseng. Dia mengaku baru kali ini melakukan perbuatannya, dan video tersebut untuk konsumsi pribadi, tidak ada niat untuk menyebarluaskannya,” kata Firdaus.
Atas perbuatannya, MAES dijerat dengan menggunakan Pasal 4 Juncto Pasal 29 dan Pasal 9 Juncto Pasal 35 Undang-Undang (UU) Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi. Dokter PPDS UI yang juga dokter gigi itu kini terancam hukuman penjara maksimal 12 tahun.
Belakangan ini kasus-kasus terkait dengan pelecehan seksual yang melibatkan dokter dan PPDS terjadi berturut-turut. Mulai rudapaksa keluarga korban oleh dokter PPDS di Bandung, kemudian pelecehan seksual oleh dokter kandungan di Garut, hingga kasus serupa di Malang dan Jakarta. Kasus-kasus itu ditangani oleh polisi dan menuai sorotan publik.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
