JawaPos.com - Viral lagi, viral terus, viral melulu, pemerintah diduga memalak rakyatnya. Kejadian di Bekasi, kelurahan setempat diduga meminta bos toko kasur untuk membelikan pendingin ruangan atau AC.
Melansir Instagram @infobekasi, sebuah surat dari Kelurahan Jatiraden, Kecamatan Jatisampurna bikin gempar media sosial atau medsos. Pasalnya, dalam surat tersebut berisi permohonan bantuan pendingin ruangan atau AC untuk kantor kelurahan yang baru ditempati.
Alasanya, pendingin ruangan dibutuhkan agar memaksimalkan layanan kepada masyarakat.
Langsung saja, viral surat dari kelurahan yang meminta bos toko kasur untuk membelikan AC buat kelurahan tersebut jadi gunjingan netizen seantero dunia maya. Khususnya warga Bekasi yang malu dengan kelakuan aparat pelayan masyarakatnya.
"Biasa modusnya gini guys : Minta ke pengusaha, habis itu klaim kalo anggarannya kepake buat beli AC. Nanti pas di periksa BPk, kan barangnya ada, jd mereka nga bisa di tuduh korupai modus lama ini di semuanya," komentar pengguna Instagram dengan akun @d33ny3.
Ada juga netizen yang berkomentar mengaitkan viral surat permohonan tersebut dengan momentum dekat hari raya Idul Fitri. Biasanya memang menjelang Lebaran, banyak ormas yang meminta-minta sumbangan THR kepada pengusaha.
"Seperti itu modus buat THR, seolah2 minta AC," komentar pengguna Instagram dengan akun @yogiaryoko.
Netizen lainnya juga keheranan. Menyinggung soal APBD Bekasi yang terbilang besar. Apalagi Pendapatan Asli Daerah Bekasi yang banyak wilayah pabrik-pabrik juga punya kontribusi terhadap pemasukan wilayah yang harusnya bisa untuk pembangunan atau bahkan memperbaiki sarana pelayanan publik.
"APBD kota bekasi gede lohh...timbang beli AC ngga mampu ni lurah?" tanya akun Instagram @andiprast18 keheranan.
Sekretaris BKPSDM Kota Bekasi, Henry Mayors, mengatakan, Lurah Jatiraden yang di dalam surat itu terbubuh tanda-tangan akan dipanggil untuk diminta klarifikasi. "Kami akan memanggil lurah sebagaimana dimaksud dalam pemberitaan, untuk diminta klarifikasi dan keterangannya," katanya ketika dikonfirmasi wartawan.
Namun demikian, Henry enggan berkomentar lebih dalam ihwal isi dalam surat yang membuat heboh media sosial. Ia menyebut, lembaganya fokus meminta klarifikasi dari pimpinan di kelurahan tersebut.