Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 30 April 2023 | 18.12 WIB

Keluarga Duga Ada Keterlibatan Mafia dalam Kematian Kasat Narkoba Polres Jaktim

Kasat Narkoba Polres Jakarta Timur AKBP Buddy Alfrits Towoliu. (Istimewa) - Image

Kasat Narkoba Polres Jakarta Timur AKBP Buddy Alfrits Towoliu. (Istimewa)

JawaPos.com - Pihak keluarga Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur AKBP Buddy Alfrits Towoliu, menduga ada keterlibatan mafia narkoba dalam kematian yang bersangkutan. Pasalnya, ada beberapa kejanggalan dari kematian AKBP Buddy di luar dugaan bunuh diri.

"Kami menduga karena ada jabatan baru mungkin, ada yang diduga dia mau sidik, kan kasat narkoba, kan narkoba di situ kan berhadapan di situ mafia, pelaku-pelaku mafia," ujar Paman AKBP Buddy, Cyprus A. Tatali kepada wartawan, Minggu (30/4).
 
Pasalnya, ia mengatakan bahwa tidak mungkin dan tidak logis jika keponakannya itu tewas lantaran bunuh diri. Semua hal yang tersangkut dengan AKBP Buddy, katanya, berjalan dengan baik-baik saja.
 
"Jadi begitu yang memunculkan kecurigaan itu karena semua berjalan sehat, keluarga baik, soal ekonomi tidak mungkin mati lapar," tegasnya.
 
"Ini jadi pertanyaan besar dari kami keluarga. Kalau tau-tau karena jabatan kasat narkoba, lebih baik tak perlu jabatan itu kalau membawa binasa gini bagi keluarga kami," ucapnya.
 
Lebih jauh lagi, ia bahkan menduga AKBP Buddy dibunuh lantas jasadnya dibuang di tengah rel kereta api seperti saat ditemukannya. Hal itu menurutnya bisa dilakukan untuk menghilangkan jejak.
 
 
"Menduga juga kalau ada perbuatan sebelumnya, dibunuh baru dibuang di tengah rel kereta, kan salah satu cara hilangkan jejak," pungkas Cyprus.
 
Sebelumnya, Kasat Narkoba Polres Jakarta Timur Buddy Alfrits Towoliu ditemukan tewas mengenaskan di rel kereta api Jalan Jatinegara, Jakarta Timur. Hal itu dibenarkan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko.
 
"Beliau benar merupakaan anggota polri Polda Metro Jaya yang jabatannya saat ini adalah sebagai Kasat Narkoba Polres Metro Jakarta Timur," ujarnya kepada wartawan, Sabtu (29/4).
 
Trunoyudo menyebutkan bahwa pihaknya menerima informasi peristiwa itu terjadi pukul 10.15 WIB yang dilaporkan dari pihak penjaga Stasiun Jatinegara.
 
"Dari Polres Metro Jakarta Timur dan juga Polda Metro Jaya Direktorat Reserse Kriminal Umum melakukan langkah-langkah penyelidikan untuk pendalaman," jelasnya.
Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore