Warga menikmati fasilitas SkyTrain atau kereta penghubung Terminal 1, 2 dan 3 secara gratis.
JawaPos.com - Layanan Automated People Mover System (APMS) atau Skytrain di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, kembali beroperasi secara utuh sejak 15 Juni 2022. Sempat selama dua tahun berhenti beroperasi, SkyTrain Bandara kini mulai sangat terasa manfaatnya.
Bagi penumpang yang hendak pindah dari Terminal 1, Terminal 2 dan Terminal 3 untuk berbagai keperluan, fasilitas SkyTrain benar-benar sangat membantu. SkyTrain Bandara Soetta juga memudahkan penumpang yang ingin melanjutkan perjalanan menggunakan Kereta Bandara (KA Bandara).
KA Bandara sendiri sekarang termasuk opsi transportasi yang bisa ditumpangi untuk menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten. Ada lima stasiun di Jakarta yang melayani operasional kereta bandara, di antaranya Stasiun Manggarai, Stasiun BNI City, Stasiun Duri, Stasiun Batu Ceper, dan Stasiun Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Manfaat SkyTrain Bandara Soetta ternyata juga tidak hanya berguna bagi calon penumpang yang hendak terbang. Pada momen libur Lebaran Idul Fitri 1444 Hijriah tahun ini, JawaPos.com juga sempat menemukan hal unik di SkyTrain Bandara Soetta dan area sekitar Bandara.
Hal ini ditemukan saat JawaPos.com melakukan mobilitas, berpindah dari satu Terminal ke Terminal lainnya menggunakan SkyTrain. Pada Idul Fitri hari ketiga atau H+3 Lebaran, ditemukan bahwa penumpang SkyTrain Bandara Soetta ternyata tidak hanya dinaiki calon penumpang pesawat saja.
SkyTrain Bandara Soetta banyak dinaiki bukan calon penumpang maskapai yang hendak terbang. Ada masyarakat yang memanfaatkan fasilitas ini untuk wisata. Membawa anak, SkyTrain Bandara jadi sarana wisata edukasi gratis untuk memperkenalkan dunia aviasi kepada buah hati mereka.
Lukman, 31, salah satu penumpang SkyTrain Bandara Soetta yang membawa anaknya yang masih berusia empat tahun bersama istrinya menyebut, dirinya dan keluarga kecilnya sengaja naik SkyTrain Bandara Soetta bukan untuk terbang. Tapi wisata.
"Nggak (bukan mau terbang). Ini momong anak, ajak anak jalan-jalan naik SkyTrain. Pemandangannya kan bagus, terus bisa lihat pesawat dari atas," ujar Lukman ditemui JawaPos.com di dalam SkyTrain Bandara Soetta.
Dirinya melanjutkan, setelah naik SkyTrain, dirinya bersama keluarga berniat masuk ke area Terminal 3 untuk sekadar makan atau jajan. Diketahui, sebelum masuk untuk pengecekan tiket, area di sekitar Bandara memang merupakan public area yang biasa dikunjungi siapa saja sepanjang mematuhi protokol keamanan Bandara.
Selain Lukman dan keluarga yang momong anak dan menjadikan fasilitas Bandara sebagai sarana wisata murah, terlihat juga beberapa rombongan lainnya yang juga melakukan hal yang sama.
Ingsia, 40, juga mengajak dua anaknya main ke Bandara menggunakan SkyTrain Bandara Soetta. Dirinya bahkan secara simultan naik dari Terminal 1, turun di Terminal 2, naik lagi, turun lagi di Terminal 3. Tujuannya sama, jalan-jalan, lihat-lihat pesawat.
"Ini sama adik, sama anaknya juga, kita jalan-jalan aja. Lihat-lihat pesawat, lihat-lihat Bandara anak-anak biar tahu, oh ini Bandara. Muter aja, nanti jajan di bawah," ucapnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
