Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 9 November 2024 | 01.15 WIB

Penyempinan Saluran dan Kabel Utilitas jadi Biangkerok Banjir di Jalan Adityawarman dan Jalan Tirtayasa

Penjabat Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi mengunjungi hunian warga di kolong Jembatan Pakin, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (6/11/2024). (Humas Pemprov DKI) - Image

Penjabat Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi mengunjungi hunian warga di kolong Jembatan Pakin, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (6/11/2024). (Humas Pemprov DKI)

 
JawaPos.com - Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi meninjau langsung perbaikan dan pelebaran saluran air yang berada di sepanjang Jalan Adityawarman dan Jalan Tirtayasa, Jakarta Selatan, pada Jumat (8/11). Pelebaran dilakukan agar banjir yang terjadi pada Selasa (5/11/2024) tidak kembali terulang.
 
Teguh menjelaskan, banjir di dua ruas jalan itu disebabkan adanya penyempitan jalur atau bottleneck pada saluran air di sana. "Saya sudah perintahkan untuk segera lakukan perbaikan sebagai upaya mengatasi banjir di wilayah Jakarta Selatan, khususnya di sekitar dua jalan ini," ujar Pj Teguh di lokasi.
 
Diketahui, terjadi penyempitan saluran air yang sebelumnya selebar dua meter menjadi satu meter. Saluran tersebut kini sudah diperlebar, sehingga dapat menampung aliran air hujan. "Saluran air yang menjadi bottleneck, yang satu meter itu, sudah kita bongkar. Ada juga yang kurang dalam, kita gali untuk memperdalam. Karena, ada saluran yang dalamnya 1,5 meter dan ada yang dalamnya hanya 70 cm," terang Pj Teguh. 
 
Mantan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri itu juga memerintahkan Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta dan Wali Kota Jakarta Selatan memeriksa crossing saluran yang ada di Jalan Tirtayasa dan Jalan Adityawarman. Sebab, setiap tahunnya jalan di kawasan tersebut selalu ditinggikan yang mengakibatkan ruang bawah jalan menjadi rendah.
 
"Pelebaran saluran air di Jalan Adityawarman kita targetkan selesai dalam dua minggu ini," jelasnya.
 
Pj Teguh juga mengungkapkan, pihaknya akan memantau langsung perbaikan saluran di Jalan Tirtayasa. Sebab, disana, terdapat Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SUJT) di dalam saluran yang menyebabkan tersumbatnya aliran air. 
 
"Kami tidak bisa semena-mena memotong kabel-kabel yang ada dalam saluran, nanti dampaknya ke masyarakat juga," jelas Pj Teguh.
 
Oleh karena itu, lanjut Pj Teguh, pihaknya akan memanggil operator pemilik kabel agar segera merapikan SJUT dengan memasukkan kabel ke dalam ducting yang akan disediakan Pemprov DKI Jakarta. Keberadaan kabel yang tidak tertata rapi, lanjutnya, dapat mengakibatkan penumpukan sampah, sehingga air tidak bisa mengalir dengan lancar di dalam saluran.
 
"Memang tadi kita lihat, kabel-kabel itu menyebabkan sampah menumpuk begitu banyak. Kondisi ini berdampak terjadinya genangan air, karena air mengalami antrean panjang masuk ke saluran," jelasnya.
 
Pj. Gubernur Teguh menegaskan, upaya mengatasi banjir di Jakarta tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan harus menyeluruh, terintegrasi, dan sistematis. Pemprov DKI Jakarta akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk melakukan mitigasi banjir di Jakarta.
 
"Karena ada beberapa program terkait mitigasi banjir yang tidak langsung selesai pada 2024. Ada yang baru dimulai 2025 dan dilanjutkan pada 2026. Terkait kewenangan, juga akan kami bicarakan bersama dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU), karena ada sebagian kewenangan penanganan banjir di bawah koordinasi Kementerian PU," ungkapnya.
Editor: Estu Suryowati
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore