Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 3 Agustus 2024 | 15.16 WIB

Hendak Ekshumasi Jenazah Selebgram yang Tewas usai Sedot Lemak di Depok, Polisi Tunggu Izin Keluarga  

Klinik WSJ yang menyebab seorang selebgram asal Medan meniggal dunia usai sedot lemak. (Dok PojokSatu) - Image

Klinik WSJ yang menyebab seorang selebgram asal Medan meniggal dunia usai sedot lemak. (Dok PojokSatu)

JawaPos.com – Polres Metro Depok berencana melakukan ekshumasi terhadap jenazah selebgram Ella Nanda Sari yang tewas usai sedot lemak di Klinik WSJ Beauty Depok. Penyidik sudah menaikkan status perkara itu ke tahap penyidikan, yang berarti ditemukan adanya dugaan tindak pidana.

"Saat ini penyidik sedang komunikasi dengan keluarga korban. Untuk tindak lanjut proses penyidikannya adalah rencana ekshumasi atau penggalian kubur, untuk melakukan pemeriksaan secara mendalam terhadap jenazah," kata Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombespol Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Sabtu (3/8).

Meski begitu, untuk saat ini belum ada jadwal pasti kapan ekshumasi akan dilakukan. Proses komunikasi dengan pihak keluarga Ella juga masih berlangsung. Sebab, ekshumasi harus mendapat izin dari keluarga Ella.

"Karena proses pembuktian itu, penyidikan itu harus berbasis ilmiah, scientific crime investigation. Penyidikan menggunakan berbagai keilmuan sehingga menjadi terang peristiwanya," lanjut Ade.

Sebelumnya, selebgram asal Medan, Sumatera Utara, Ella Nanda Sari, 30, tewas usai mengunjungi klinik kecantikan di Depok, Jawa Barat. Dia diduga menjadi korban malapraktik di klinik bernama WSJ Beauty itu. 

Ella dikabarkan datang dari Sumatera Utara ke Depok untuk sedot lemak, namun berakhir meninggal dunia. 

Kapolres Metro Depok Kombespol Arya Perdana mengatakan, penyidik telah dikerahkan untuk melakukan pendalaman atas kasus tersebut.

"Kepolisian saat mengetahui kejadian ini melalui media sosial maka langsung melakukan pengecekan kepada pihak klinik. Baik di TKP maupun pada pihak yang bertanggung jawab," kata Arya kepada wartawan, Sabtu (27/7).

Menurut Arya, pihak keluarga korban belum membuat laporan resmi. Namun, penyidik tetap bergerak untuk memastikan penyebab kematian korban karena kasus itu bukan delik aduan.

"Serta ingin memastikan kapasitas dokter yang melakukan penanganan apakah mempunyai izin dan keahlian di bidang itu atau tidak," jelas Arya. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore