
Antrean kendaraan pribadi dan truk-truk tambang di Jalan Raya Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (9/12/2023). Kemacetan imbas dari sejumlah sopir truk berunjuk rasa terkait jam operasional truk tambang di depan Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bo
JawaPos.com - Jalan Raya Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat masih menjadi persoalan bagi masyarakat setempat. Kondisi jalan yang rusak parah dan setiap hari dilintasi truk tambang bertonase lebih itu sudah diketahui Istana dan menjadi pekerjaan prioritas pada 2024.
"Pak Presiden Jokowi sudah mengatahui masalah Jalan Parung Panjang ini. Masalah jalan ini akan menjadi perhatian dan prioritas penanganan pemerintah pusat pada 2024 atas atensi presiden," ujar Anggota Komisi V DPR Mulyadi kepada JawaPos.com usai melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Parung Panjang pada Jumat pagi (15/3).
Kunker itu diikuti oleh sejumlah anggota Ketua Komisi V DPR dan dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi V DPR Muhammad Iqbal. Para anggota DPR itu menggelar pertemuan di aula kecil Kecamatan Parung Panjang bersama Pj Bupati Bogor Asmawa Tosepu, sejumlah perwakilan Pemprov Jawa Barat, dan jajaran Pemkab Bogor dan Kecamatan Parung Panjang. Pertemuan itu juga menghadirkan para transporter dan perwakilan masyarakat yang selama ini berteriak untuk memperjuangkan perbaikan Jalan Parung Panjang.
Pertemuan dalam kunker yang menghadirkan sejumlah pihak itu cukup emosional, karena Jalan Parung Panjang yang terus berlarut-larut tidak terselesaikan. Bahkan warga menghadirkan salah satu korban yang atas ugal-ugalan truk tambang di Jalan Parung Panjang.
Pegendara sepeda motor melewati jalan sempit diantara dua badan truk yang antre melintas di Jalan Raya Parung Panjang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (9/12). (DERY RIDWANSAH/JAWAPOS.COM)
Mulyadi berharap tidak ada lagi alasan soal jalan Parung Panjang ini. Semua elemen sudah bertemu. Masing-masing masalah sudah terungkap. Jika Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tidak mampu memperbaiki atau tidak memiliki kewenangan dapat mengadu ke Pemprov Jawa Barat. Begitu juga dengan Pemprov Jawa Barat, jika tidak punya anggaran bisa diserahkan ke pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR.
Ternyata, selama ini jalan tambang yang sering digembar-gemborkan aparat pemerintah belum ada konkretnya. Bahkan hingga kini masih dalam tahap detailed engineering design (DED) dan feasibility study (FS). Semua itu ada di Pemprov Jabar. "Kita lihat dan dorong Pemprov Jabar untuk mengomunikasikan DED dan FS itu agar cepat ditindaklanjuti," ujar Mulyadi yang merupakan politikus Partai Gerindra itu.
Pj Bupati Bogor Asmawa Tosepu mengatakan bahwa Parung Panjang sejak 20 tahun terakhir mengalami perkembangan sangat pesat. Padahal sebelum kawasan itu tidak seramai sekarang. Dia mengklaim bahwa Jalan Parung Panjang saat ini yang dilintasi truk dibangun oleh pengusaha tambang.
Pj Bupati Bogor Asmawa Tosepu bersama Wakil Ketua Komisi V DPR RI Muhammad Iqbal dan Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah II Dr Budiamin Kementerian PUPR saat kunjungan kerja dan audiensi dengan pengusaha tambang dan masyarakat di kantor Kecamat
"Itu masa lalu. Kita tidak mau lagi melihat yang lalu-lalu. Ke depan kita berusaha mempercepat proses pembangunan jalan Parung Panjang," ujarnya saat ditemui JawaPos.com di Parunng Panjang, Jumat (15/3).
Untu ke depan, kata Asmawa, pihaknya berusaha menata Parung Panjang lebih tertata lagi. Apalagi Parung Panjang adalah salah satu kecamatan yang memiliki Rencana Detil Tata Ruang (RDTR). "Kami fokus ke situ untuk menata Parung Panjang ini," ungkapnya.
Untuk diketahui, Jalan Raya Parung Panjang memiliki panjang 11 kilometer. Kondisinya sangat rusak parah. Saking rusaknya, truk tambang pun sering mengalami patah atas. Lobang jalan seperti kubangan yang seukuran mobil. Jalan itu hanya terdiri atas dua lajur. Jika truk ada arah gunung rusak, maka hanya tersisa 1 jalur yang bisa dilintasi.
Jalan itu diperebutkan oleh truk dan pengguna jalan lainnya. Sayangnya sopir yang mengemudi truk bermuatan tambang tidak memperhatikan para pengendara lainnya. Ketika berebut jalan tidak jarang truk itu menabrak pengendara sepeda motor atau mobil pribadi. Korban paling rentan adalah pengendara sepeda motor.
Selain ancaman jalan yang rusak dan membahayakan pengendara lainnya, muatan tambang dari truk memperparah kondisi kesehatan. Kala musim panas muatan itu menimbulkan polusi udara. Tidak sedikit mengganggu pengendara sepeda motor atau pejalan kaki yang kelilipan atas debu yang dihasilkan truk tambang.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
