Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 Desember 2022 | 02.54 WIB

Anggaran Stasiun Baru di Dekat Stasiun Tanah Abang Masih Pembahasan

Sejumlah penumpang bersiap menaiki KRL Commuter Line saat jam pulang kerja di Satasiun Palmerah, Jakarta, Selasa (4/5/2021) . Lonjakan lonjakan penumpang  ini akibat penutupan stasiun Tanah Abang berdampak pada perubahan rute penumpang dengan tujuan Rangk - Image

Sejumlah penumpang bersiap menaiki KRL Commuter Line saat jam pulang kerja di Satasiun Palmerah, Jakarta, Selasa (4/5/2021) . Lonjakan lonjakan penumpang ini akibat penutupan stasiun Tanah Abang berdampak pada perubahan rute penumpang dengan tujuan Rangk

JawaPos.com - Anggaran rencana pembangunan stasiun baru di lahan eks depo Stasiun Tanah Abang yang akan menambahkan dua jalur, masih dalam pembahasan pihak Kementerian Perhubungan, Kementerian Perumahan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan Pemprov DKI.

"Ya kita akan lengkapkan di 2023 informasinya. Masih pembahasan," ujar Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Ali Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Mohamad Risal Wasal kepada JawaPos.com, Senin (26/12).

Namun begitu, Risal mengatakan bahwa anggaran tersebut akan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), dan dari Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

"Ada APBN, ada APBD. Nanti juga ada KPBU untuk kelanjutannya," jelasnya.

Sementara itu, terkait dengan pembangunan jalur tersebut, Heru mengungkapkan bahwa anggaran yang dipakai berasal dari pemerintah pusat melalui Kemenhub dan Kemen-PUPR.

"Kalau (anggaran) DKI misalnya jalan sekitar di sana perlu penambahan atau pelebaran, lalu perlu ada pembukaan, ada beberapa yang kita harus buka, u turn, membangun JPO, merapikan taman," tandasnya.

Sebelumnya, Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan menegaskan akan dilakukan pembangunan stasiun baru di bekas depo lokomotif Stasiun Tanah Abang. Nantinya, di stasiun baru tersebut akan dibangun dua rel baru.

"Bangun baru dikawasan ex depo lokomotif dengan kapasitas yanv lebih besar dan menambah track jadi 6. stasiun lama masih digunakan," ujar Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Mohamad Risal Wasal saat dikonfirmasi JawaPos.com, Senin (26/12).

Ia mengatakan bahwa saat ini jalur kereta api yang ada di Stasiun Tanah Abang ada empat jalur. Dua jalur lainnya merupakan jalur stabling atau "rumah" bagi kereta.

"Ada empat. Jangan lihat jalur stabling-nya, jangan lihat ke jalur ke deponya, ya di stasiunnya," ungkapnya.

Penambahan jalur tersebut, kata Wisal, untuk mempermudah pergerakan kereta api termasuk yang mengangkut barang-barang.

Namun begitu, ia belum memastikan bahwa penambahan dua jalur di stasiun baru tersebut akan diperuntukkan hanya untuk KRL ataupun kereta lainnya.

"Nanti kita lihat ya. Yang jelas dua ini juga mengantisipasi supaya kerjaan itu jalan terus. Kan kereta api itu bisa jalan terus," jelasnya.

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore