
Sejumlah penumpang bersiap menaiki KRL Commuter Line saat jam pulang kerja di Satasiun Palmerah, Jakarta, Selasa (4/5/2021) . Lonjakan lonjakan penumpang ini akibat penutupan stasiun Tanah Abang berdampak pada perubahan rute penumpang dengan tujuan Rangk
JawaPos.com - Anggaran rencana pembangunan stasiun baru di lahan eks depo Stasiun Tanah Abang yang akan menambahkan dua jalur, masih dalam pembahasan pihak Kementerian Perhubungan, Kementerian Perumahan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan Pemprov DKI.
"Ya kita akan lengkapkan di 2023 informasinya. Masih pembahasan," ujar Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Ali Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Mohamad Risal Wasal kepada JawaPos.com, Senin (26/12).
Namun begitu, Risal mengatakan bahwa anggaran tersebut akan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), dan dari Kerja sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
"Ada APBN, ada APBD. Nanti juga ada KPBU untuk kelanjutannya," jelasnya.
Sementara itu, terkait dengan pembangunan jalur tersebut, Heru mengungkapkan bahwa anggaran yang dipakai berasal dari pemerintah pusat melalui Kemenhub dan Kemen-PUPR.
"Kalau (anggaran) DKI misalnya jalan sekitar di sana perlu penambahan atau pelebaran, lalu perlu ada pembukaan, ada beberapa yang kita harus buka, u turn, membangun JPO, merapikan taman," tandasnya.
Sebelumnya, Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan menegaskan akan dilakukan pembangunan stasiun baru di bekas depo lokomotif Stasiun Tanah Abang. Nantinya, di stasiun baru tersebut akan dibangun dua rel baru.
"Bangun baru dikawasan ex depo lokomotif dengan kapasitas yanv lebih besar dan menambah track jadi 6. stasiun lama masih digunakan," ujar Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Mohamad Risal Wasal saat dikonfirmasi JawaPos.com, Senin (26/12).
Ia mengatakan bahwa saat ini jalur kereta api yang ada di Stasiun Tanah Abang ada empat jalur. Dua jalur lainnya merupakan jalur stabling atau "rumah" bagi kereta.
"Ada empat. Jangan lihat jalur stabling-nya, jangan lihat ke jalur ke deponya, ya di stasiunnya," ungkapnya.
Penambahan jalur tersebut, kata Wisal, untuk mempermudah pergerakan kereta api termasuk yang mengangkut barang-barang.
Namun begitu, ia belum memastikan bahwa penambahan dua jalur di stasiun baru tersebut akan diperuntukkan hanya untuk KRL ataupun kereta lainnya.
"Nanti kita lihat ya. Yang jelas dua ini juga mengantisipasi supaya kerjaan itu jalan terus. Kan kereta api itu bisa jalan terus," jelasnya.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
