
Warga Rancabungur, Kabupaten Bogor, Urip Saputra, 40, di Markas Polres, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (21/11). M. Fikri Setiawan/Antara
JawaPos.com - Kapolres Bogor, AKBP Iman Imanuddin memastikan aksi Urip Saputra pura-pura mati akan diselesaikan secara restorative justice. Sehingga, aksi Urip Saputra pura-pura mati itu tidak akan dipidanakan.
“Saudara Urip sudah meminta maaf atas kekhilafan yang dilakukan sudah membuah cukup heboh dunia maya dengan adanya informasi meninggal dan hidup lagi,” kata Iman terkait aksi Urip Saputra pura-pura mati, Senin (21/11).
Iman mengungkapkan, kematin tidak pernah terjadi melainkan merupakan ide untuk menghindar dari kewajiban membayar hutang kepada tempatnya bekerja yang mencapai Rp 1,5 miliar.
“Yang bersangkutan sudah sadar, sudah menyampaikan permohonan maaf kepada saudara masyarakat atas perbuatan yang dilakukan. Mudah-mudahan jadi pembelajaran bahwa setiap langkah yang kita lakukan mengandung konsekuensi,” kata Iman seperti dikutip PojokBogor (Jawa Pos Group).
“Dalam penegakan hukum, ada tiga hal yang perlu kita sepakati. Keadilan, kemanfataan dan kepastian. Subjek hukum ini mengambil langkah-langkah untuk pemanfaatan hukum dan rasa keadilan dengan mekanisme restorative justice, saya kira itu lebih bermanfaar dan barokah bagi kita semua,” jelas Iman.
Di momen yang sama, Urip Saputra pura-pura mati akhirnya muncul untuk meminta maaf kepada masyarakat, atas skenario yang dirancangnya agar lepas dari jeratan utang yang mencapai Rp 1,5 miliar. Permintaan maaf Urip Saputra karena pura-pura mati itu disampaikan langsung Urip di Mapolres Bogor, Cibinong, Senin (21/11).
“Peristiwa kematian tidak pernah ada. Ini adalah rekayasa dari saya sendiri. Adapun alasan saya melakukan hal tersebut, karena terlilit utang. Pada kesempatan ini saya juga memohon maaf terutama kepada keluarga, kerabat, tetangga dan polisi yang direpotkan dan seluruh masyarakat yang terganggu karena masalah ini,” ungkap Urip Saputra terkait video hebohnya yang pura-pura mati pekan kemarin.
“Pada kesempatan ini pula, saya dengan setulus hati dari lubuk hati yang terdalam mengucapkan terima kasih banyak kepada polisi telah menyadarkan saya dan membantu saya dalam mengatasi masalah yang saya hadapi dan saya tentunya berjanji tidak ada mengganggu ketertiban umum,” jelas Urip.
Mengenai masalah utang yang menjeratnya, Urip Saputra mengaku akan melakukan mediasi dan berdamai dengan pihak yang diutangi oleh Urip. Urip Saputra pura-pura mati direncanakan secara spontan. “Karena beban saja. Ini murni inisiatif saya. Kita akan melakukan proses mediasi dan berdamai dengan pihak yang saya utangi. Saya akan membayar dan itu merupakan bentuk tanggung jawab saya,” pungkasnya.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
