Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 16 November 2022 | 23.10 WIB

Jejak Trem di Jakarta Era Belanda, Bantalan Rel dari Kayu Jati

Suasana lokasi ditemukannya rel trem di area proyek pembangunan MRT Jakarta fase 2A Glodok-Kota, Jakarta, Selasa (29/12/2021). Tim Ahli Cagar Budaya Nasional (TACBN) Junus Satrio Atmodjo menjelaskan dalam menangani temuan rel dan bantalan tersebut akan di - Image

Suasana lokasi ditemukannya rel trem di area proyek pembangunan MRT Jakarta fase 2A Glodok-Kota, Jakarta, Selasa (29/12/2021). Tim Ahli Cagar Budaya Nasional (TACBN) Junus Satrio Atmodjo menjelaskan dalam menangani temuan rel dan bantalan tersebut akan di

JawaPos.com - Jejak pembangunan infrastruktur era kolonial Belanda terus ditemukan di Ibu Kota Jakarta. Bukti sejarah itu sejalan dengan pembangunan proyek jalur MRT Jakarta di sekitar lokasi calon stasiun Harmoni.

Dalam temuan proyek MRT Jakarta, jejak yang ditemukan adalah rel trem. JawaPos.com melihat dari dekat seperti apa bangkai rel itu masih melintang ditutupi di bawah tanah.

Posisinya persis di sisi MRT CP 202. Puluhan pekerja yang dilengkapi atribut proyek berhelm kuning tampak mengeruk jalur rel trem. Mereka menggunakan bor, linggis, dan cangkul. Mereka merapikan bebatuan dan tanah keras yang menimbun rel trem. Diperkirakan rel trem itu dibangun pada 1869.

Meski sudah berusia seabad lebih, kondisi rel trem masih terlihat kokoh. Padahal sudah ditimbun aspal dan bebatuan akibat perkembangan pembangunan semenjak era kemerdekaan. Bahkan bantalan rel yang berbahan kayu jati terlihat masih utuh.

"Ini untuk menguatkan kedudukan si batang rel, dia dijepit dengan baut. Jadi bautnya itu bentuknya topi, pinggirannya itu menjepit bagian bawah batang rel ke bantalan," jelas Arkeolog Charunia Arni Listya di lokasi, kawasan Jalan Gajah Mada, Jakarta, Rabu (16/11).

Photo

PENINGGALAN SEJARAH: Bantalan rel trem di Jakarta zaman Belanda. (TAZKIA ROYYAN HIKMATIAR/ JAWAPOS.COM)

Listya menduga bantalan rel yang terbuat dari kayu jati itu merupakan hasil alam Indonesia. "Kemungkinan sih dari sini. (Yang impor) Iya, batang rel," katanya.

Listya memperkirakan rel trem yang ditemukan di sepanjang proyek MRT 202 memiliki panjang 1,4 kilometer. Sebab rel itu ditemukan di tiga calon stasiun MRT. Yakni Stasiun Harmoni, Sawah Besar dan Mangga Besar.

Untuk bantalan rel trem yang ditemukan di calon Stasiun Harmoni dan Sawah Besar semuanya full berbahan kayu jati. Sedangkan di sekitar calon stasiun Mangga Besar berbahan kombinasi dari baja dan kayu. Adanya kombinasi bantalan rel diduga peninggalan atas peremajaan jalu rel.

"Kan biasa fasilitas umum, transportasi umum itu harus ada peremajaan, perbaikan dan sebagainya tiap berapa periode. Kemungkinan yang terjadi adalah itu," terangnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore