
TERIMBAS ONE WAY: Pengendara terjebak macet di Jalan Raya Kalimalang yang menghubungkan Jakarta Timur dengan Bekasi, Sabtu (7/5/2022). Hal itu imbas pemberlakukan one way arus balik mudik Lebaran ke Jakarta. (Miftahul Hayat/Jawa Pos).
JawaPos.com-Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo menyebut bahwa biang kerok utama kemacetan di Jakarta saat ini adalah menjamurnya pengendara roda dua.
Syafrin mengatakan, saat ini ada 12 juta kendaraan roda dua yang beroperasi tiap hari di ruas jalan ibu kota. Hal itu tentunya membuat kemacetan terjadi di Jakarta kian menjadi, apalagi pada waktu pagi dan sore hari ketika jam berangkat dan pulang kerja. "Tentu ini menjadi tantangan sendiri karena pada saat di jalan sering kali kepadatan sepeda motor bisa mengambil seluruh ruangan lalin," katanya kepada wartawan, Kamis (29/9).
Oleh karena itu, ia meminta agar pengendara kendaraan roda dua di Jakarta segera beralih ke transportasi umum yang sudah disediakan Pemprov DKI. Selain untuk mengatasi kemacetan, menurutnya hal itu juga untuk kesehatan warga Jakarta.
"Karena mereka pada saat di jalan dengan kondisi yang terbuka, mereka bisa menghirup polutan. Ini sangat berbahaya bagi kesehatan yang bersangkutan. Kita pahami bahwa sepeda motor yang menyumbang dua jenis polutan, C0 (karbon monoksida dan HC (hidrokarbon) kita manusia hirup," jelasnya.
Selain karena banyaknya kendaraan motor yang merajai jalanan ibu kota, Syafrin juga mengatakan bahwa kemacetan terjadi di ruas-ruas jalan yang ada pengerjaan konstruksi MRT maupun LRT. Hal itu menurutnya jelas membuat macet karena ada ruang jalan yang ditutup akibat proyek tersebut.
"Contohnya di di Jalan MT Haryono sedang ada kemarin pembangunan halte integrasi. Karena kita sedang melakukan integrasi stasiun cabang dengan LRT. Demikian juga di area Pandjaitan dan Ahmad Yani. Konstruksi tersebut tentu mengurangi jumlah lajur," katanya.
"Kita nggak usah jauh-jauh, di Rasuna Said begitu ada pengerjaan LRT Jabodebek, ada beberapa ruas yang bottleneck (menyempit) karena ada pengerjaan konstruksi, itu akan menyebabkan bottleneck dan ekornya panjang," tandas Syafrin. (*)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
