
Ilustrasi TBC. Boldsky
JawaPos.com - Tuberkulosis (TBC) di Indonesia menjadi salah satu kasus terbesar di dunia. Indonesia mengalami peningkatan kasus TBC pada tahun 2021, dan saat ini tengah berada di peringkat kedua kasus penyakit TBC terbanyak di dunia setelah India.
Setiap tahunnya terdapat 845.000 kasus TBC di Indonesia. Khusus di Jawa Barat, Kabupaten Bogor tercatat sebagai penyumbang kasus TBC terbanyak.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), ada 15.074 orang yang terpapar TBC per 2021 lalu. Dari jumlah tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menyatakan baru menemukan sekitar 80 persen.
Wakil Supervisor TBC Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor Aan Setiawan dalam keterangan resmi yang diterima menuturkan bahwa hal tersebut terjadi karena tidak semua fasilitas kesehatan di sana melaporkan data pasien yang telah terjangkit.
"Tidak semua fasilitas kesehatan, baik faskes pemerintah maupun swasta, menangani penyakit tersebut. Tapi hal tersebut tidak menjadi kendala yang berarti. Kami akan terus menggali data-data tersebut hingga semua pasien dapat terjangkau," kata Aan.
Aan menyampaikan, pihaknya sudah menjalankan program untuk memberantas TBC, salah satunya adalah program directly observed treatment strategy (DOTS). "Program ini bekerja dengan mengamati secara langsung kepada pasien terduga TBC. Tim TBC dari Dinkes melakukan pencatatan dan observasi secara langsung ke terduga pasien, dibantu oleh para komunitas non pemerintah sebagai kader TBC," ujar Aan.
Jelang Hari Tuberkulosis Dunia yang jatuh pada 24 Maret mendatang, Aan menambahkan, ia berharap ini menjadi semangat baru bagi para kader TBC untuk terus bekerja dalam rangka menanggulangi penyebaran TBC di wilayahnya. Terlebih dengan launching-nya Yayasan Akses Sehat Indonesia yang juga turut andil dalam menyebarkan kader-kadernya untuk melaksanakan program tersebut.
Ketua Yayasan Akses Sehat Indonesia, Alwin Khafidhoh mengatakan bahwa saat ini sudah lebih dari 150 kader yang berjaringan dan tersebar di seluruh Kabupaten Bogor. "Peran kader sangat dibutuhkan agar masyarakat semakin teredukasi dan paham akan bahaya tentang penyakit TBC," katanya.
“Peran kader TBC di masyarakat sangat penting. Semakin banyak kader, maka semakin banyak juga masyarakat yang teredukasi, lebih paham tentang bahaya, dan bagaimana cara pencegahannya TBC. Sehingga dapat menurunkan angka-angka TBC,” tambah Koordinator Kader TBC wilayah Bogor Tengah & Timur Sukmawati.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
