Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 8 Desember 2023 | 13.34 WIB

Sempat Sesak Napas, Fatir Arya Adinata Korban Bullying Yang Kakinya Diamputasi Meninggal

Fatir Arya Adinata, 12, siswa SDN 09 Jatimulya yang menjadi korban bullying alias perundungan oleh teman sekelasnya meninggal dunia. - Image

Fatir Arya Adinata, 12, siswa SDN 09 Jatimulya yang menjadi korban bullying alias perundungan oleh teman sekelasnya meninggal dunia.

JawaPos.com - Nasib pilu dialami Diana Novita. Sang buah hati, Fatir Arya Adinata, 12, yang sempat menjadi korban bullying (perundungan) menghembuskan napas terakhir di RS Hermina, Bekasi, pada Kamis (7/12).

Betapa tidak, ketika jadi korban, Fatir Arya Adinata harus menjalani operasi amputasi akibat bullying yang dilakukan temannya di sekolah, SDN 09 Jatimulya, Kabupaten Bekasi, beberapa waktu lalu. Fatir pun harus menjalani perawatan di rumah sakit.

"Iya, benar. Mohon doanya. Fatir meninggal dunia hari ini (Kamis) pukul 02.25 WIB di Rumah Sakit Hermina Bekasi," kata Mila Ayu Dewata Sari, kuasa hukum keluargaFatir, sebagaimana dilansir Antara, Jumat (8/12).

Mila Ayu Dewata Sari menceritakan kronologi perjuangan Fatir. Semula, Fatir mengalami penurunan kesehatan hingga kesulitan bernapas di rumah. Lantas, dia dibawa ke Rumah Sakit Multazam Medika, Bekasi.

"Hasil pemeriksaan paru-paru Fatir menunjukkan adanya cairan, sehingga dia dirujuk ke Rumah Sakit Dharmais Jakarta untuk tindakan lebih lanjut," ujar Mila.

Setelah beberapa tindakan medis, Fatir akhirnya diperbolehkan pulang karena kondisinya membaik. Akan tetapi, Fatir kembali masuk ruang perawatan di RS Hermina karena kesulitan bernapas untuk yang kedua kalinya.

"Hari Rabu kemarin, Fatir kembali mengalami kesulitan bernapas hingga akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Hermina Bekasi. Lantas Fatir dinyatakan meninggal dunia pada Kamis dini hari," tambah Mila.

Mila Ayu berharap agar kejadian itu dapat diambil sebagai hikmah dan pelajaran berharga tentang bagaimana tindakan perundungan dapat berdampak berbahaya pada korban.

Pasalnya, Fatir sebelumnya menjadi korban bullying di sekolah pada Februari 2023.
Setelah kejadian itu, Fatir menyembunyikan rasa sakitnya dari orang tuanya. Lantas dampak dari perundungan itu menyebabkan sakit fisik, cacat, dan kematian. "Semoga kejadian ini menjadi yang terakhir, dan kedepannya tidak ada lagi kejadian serupa terulang."

"Mari bersama-sama kita perang melawan perundungan, setiap masyarakat memiliki peran untuk mencegah terjadinya kasus seperti ini," ujarnya.

Untuk diketahui, Diana Novita, ibu Fatir, baru menyadari anaknya jadi korban bullying setelah beberapa hari anaknya mengeluh sakit. Ketika Fatir sedang sakit, Diana melihat adanya luka memar di kaki anaknya.

Lalu Diana meminta anaknya menceritakan kejadian sebenarnya. Beberapa hari setelah itu, luka memar di kaki Fatir malah semakin parah. Diketahui kemudian bahwa akibat dari kejadian tersebut, Fatir Arya Adinata ternyata menderita penyakit kanker tulang.

Sebagai hasil dari penanganan medis, salah satu kakinya harus menjalani operasi amputasi di Rumah Sakit Dharmais Jakarta.

Keluarga juga melaporkan kasus perundungan ini ke Polres Metro Bekasi. Polisi telah menetapkan satu tersangka dalam kasus perundungan tersebut.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore