Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 21 November 2023 | 04.01 WIB

Tidak Ada Solusi selain Jalan Khusus Tambang di Parung Panjang

SAMPAIKAN TUNTUTAN: Pendemo mendesak pemerintah membangun jalan khusus tambang di Parung Panjang. Aksi demo di depan Kantor Kecamatan Parung Panjang, Senin (20/11). - Image

SAMPAIKAN TUNTUTAN: Pendemo mendesak pemerintah membangun jalan khusus tambang di Parung Panjang. Aksi demo di depan Kantor Kecamatan Parung Panjang, Senin (20/11).

JawaPos.com - Setelah insiden kecelakaann lalu lintas antara truk dengan beberapa mobil pribadi yang menewaskan seorang sopir pada Selasa (14/11) lalu, ajakan demontrasi untuk menuntut penertiban operasional truk di Parung Panjang makin masif.

Pasalnya, sebelum kejadian itu ada beberapa kasus serupa yang menelan banyak korban jiwa. Hanya saja kecelakaan Selasa malam itu membuat lalu lintas di jalan Parung Panjang Raya tidak bergerak sama sekali. Perjalanan warga tertahan dari perbatasan Kabupaten Tangerang-Kabupaten Bogor.

Tertahan di perbatasan, perjalanan yang semestinya ditempuh 20 menit berubah dua jam. Pasalnya, tidak ada satu pun kendaraan bisa bergerak. Lalu lintas terkunci. Satu truk dan melintang di jalan. Beberapa mobil terperosok ke drainase akibat benturan keras dengan truk setelah kecelakaan. Hal itu membuat badan jalan tertutup.

Sementara, di belakangnya sudah ada puluhan truk yang sudah terlanjur ambil badan jalan untuk melintas ke arah Tangerang. Begitu juga dari arah Tangerang, perjalanan pengendara tertahan karena lajur jalan tertutup habis. Tidak bisa buka tutup. Sebab dari arah berlawanan truk sudah terlanjur masuk tetapi tidak bisa melaju.

Mirisnya lagi korban pada malam tidak bisa langsung dievakuasi ke rumah sakit. Sebab, ambulans yang ditunggu-tunggu tak kunjung datang. Ambulans tertahan kemacetan dari arah jembatan perbatasan Bogor-Tangerang.

AKSI DAMAI: Massa saat berunjuk rasa di depan kantor Kecamatan Parung Panjang, Senin (20/11).

Senin pagi (20/11) sekitar pukul 10.00, ratusan warga sudah hadir di depan kantor Kecamatan Parung Panjang untuk menggelar aksi damai. Mereka datang atas seruan dari sejumlah kelompok masyarakat, baik secara langsung maupun lewat daring media sosial. Ada peserta aksi juga yang berseragam sekolah.

Masa itu dikomandoi oleh kelompok yang menamakan diri Parungpanjang Bersatu. Ketua Parungpanjang Bersatu Tb. Ule Sulaeman mengatakan, ada empat tuntutan dari masyarakat Parung Panjang atas operasional truk tambang yang belakangan ini semakin semrawut.

Pertama, laksanakan secepatnya perubahan peraturan bupati (perbup) nomor 120 tahun 2021 tentang jam operasional kendaraan angkutan barang khusus tambang. Yaitu tentang penerapan jam operasional truk yang dimulai dari pukul 22.00 hingga 05.00. Kemudian pemasangan beberapa portal yang dijaga langsung oleh jajaran dinas perhubungan (dishub).

Kedua, perbaiki jalan rusak akibat dilintasi truk-truk besar dengan tonase melebihi kapasitas. Kondisi jalan di Parung Panjang sangat memiriskan. Hancur dan rusak parah. Ada lobang besar. Jangan mobil kecil, truk aja berusaha menghindari lobang itu karena saking besarnya lobang tersebut. Ketika hujan jalan berlumpur, kala panas terik sangat berdebu.

"Ketiga, jalan tambang yang dijanjikan oleh (gubernur Jawa Barat kala itu) Ridwan kamil enam tahun lalu harus segera direalisasikan. Pemprov harus punya harga diri dengan janjinya. Harus punya integritas dan keberanian," tantang Tb. Ule.

Menurut Ule, tidak ada solusi jangka panjang selain jalan tambang. Alasannya, tambang pasir dan batu di perbukitan kawasan Parung Panjang dan sekitarnya selalu ada dan terus berlangsung. Hasil-hasil tambang itu menjadi material utama untuk proyek strategis nasional dan proyek-proyek swasta lainnya.

Tuntutan keempat, kata Ule, masyarakat meminta Pemkab Bogor dan jajaran lainnya untuk menugaskan aparatur yang yang berintegritas keberanian untuk membenahi permasalahan Parung Panjang. Terutama masalah jalan provinsi yang menjadi jalan tambang selama puluhan tahun.

Massa mengancam jika tuntutanya tidak direspons dengan baik oleh pemerintah, maka dua minggu mendatang mereka hadir lagi dalam jumlah lebih banyak.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore