
Gambar proyek Jakarta International Stadium (JIS), Papanggo, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (27/4). Abdu Faisal/Antara
JawaPos.com–Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi DKI Jakarta PT Jakarta Propertindo (Jakpro) berupaya mengajak secara persuasif terhadap warga yang masih bertahan di sekitar Stadion Internasional Jakarta (Jakarta International Stadium/JIS). Upaya itu dilakukan agar mereka mau mengikuti program pemukiman kembali.
Corporate Communication Manager PT Jakpro Melisa Sjach mengatakan, tidak ada cara-cara kekerasan yang digunakan dalam proses dialog dengan 74 kepala keluarga (KK) yang belum berpindah. ”Tidak, kami tidak akan menggunakan dan memilih cara pemaksaan. Tidak ada kekerasan juga ya. Kami bantu solusinya bekerja sama juga dengan kewilayahan setempat. Sampai saat ini proses dialog masih terus berjalan dan komunikasi yang baik ini yang terus kami upayakan,” ujar Melisa seperti dilansir dari Antara di Jakarta, Selasa (27/4).
Dia menjelaskan, 74 KK itu terdiri atas 41 KK yang sudah menandatangani berita acara serah terima (BAST) namun kemudian belum pindah hingga saat ini dan 33 KK yang belum menandatangani BAST karena alasan tertentu. Pemukiman warga itu harus dikosongkan untuk aspek keselamatan, selagi proses pengangkatan rangka atap yang beratnya kurang lebih mencapai 4.000 ton nanti dilakukan.
”Ada tahap kunci (key milestones) proses pembangunan yang harus kami kejar dalam waktu dekat ini. Makanya, kami berupaya dengan sungguh-sungguh,” tutur Melisa.
Ada 41 KK yang pemukimannya saat ini dinilai terlalu dekat dan cenderung berimpitan dengan proyek JIS. Sehingga, demi meminimalisasi hal-hal yang tidak diinginkan, lanjut Melisa, pihaknya memberikan pemahaman kepada 41 KK itu. Agar mereka berkenan segera bermukim di tempat yang dirasa lebih baik dan aman.
”Kami hanya ingin menyukseskan key milestones pembangunan yang akan berlangsung dalam waktu dekat. Itulah arah sebenarnya yang kami ingin tuju lebih dahulu,” papar Melisa.
Dia pun optimistis deviasi target pembangunan yang mencapai kelambatan hampir lima persen saat ini bisa segera terkejar apabila pihak-pihak terkait bisa bekerja sama dengan Jakpro dalam pemukiman kembali warga yang terkena dampak proyek JIS.
”Besar harapan kami kepada warga untuk mau bekerja sama. Kami akan maksimalkan mencari solusi terbaik bersama warga agar semua bisa berjalan simultan. Jika warga berkenan pindah, fokus pekerjaan proyek saat ini juga bisa terlaksana,” ujar Melisa.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=yDjZm-gDs6M

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
