
Mobil Pemadam Kebakaran menyemprotkan cairan disinfektan di area relif Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Rabu (17/6/2020). Penyemprotan cairan disinfektan untuk mencegah penyebaran COVID-19 di kawasan Monas yang akan dibuka kembali pada 20 Juni 2020. F
JawaPos.com - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan adanya mark up 4 paket dana pengadaan mobil pemadam kebakaran oleh Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta. Hal ini diketahui berdasarkan rilis yang dikeluarkan oleh BPK terkait laporan keuangan Pemprov DKI Jakarta periode 2019.
4 paket pengadaan yang terindikasi mengalami kelebihan pembayaran yaitu unit submersible, unit quick response, unit penanggulangan kebakaran pada sarana transportasi massal, dan unit pengurai material kebakaran. Total kelebihan bayar tercatat Rp 6.521.299.803.
Adapun rinciannya yakni unit submersible harga riil Rp 9.034.148.661, nilai kontrak Rp 9.795.825.000, maka selisihnya Rp 761.676.338. Kemudianunit quick response, harga riil Rp 36.207.763.307, nilai kontrak Rp 39.689.491.500, maka selisihnya Rp 3.481.728.192.
Unit penanggulangan kebakaran pada sarana transportasi massal, harga riil Rp 7.016.107.145, nilai kontrak Rp 7.860.300.000, selisihnya Rp 844.192.855. Dan terakhir unit pengurai material kebakaran, harga riil Rp 32.056.593.082, nilai kontrak Rp 33.490.295.500, selisihnya Rp 1.433.702.418.
Kelebihan pembayaran ini mendapat kritik dari Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta Fraksi PSI August Hamonangan. Menurutnya, selisih harga tersebut seharusnya bisa membiayai ratusan hidran mandiri untuk kawasan rawan kebakaran.
“Pemprov DKI sangat ceroboh dan tidak transparan dalam mengelola uang rakyat. Tidak heran masih ditemukan anggaran janggal dan kemahalan seperti mobil pemadam ini, selisih miliaran rupiah ini harusnya bisa membiayai hidran mandiri yang lebih bermanfaat untuk warga,” ucap August.
Baca juga: Wagub DKI Sebut Kasus Korupsi Tanah Sudah Diketahui Lama
August menilai Pemprov DKI juga gagal menyusun prioritas anggaran dan mendahulukan pembelian robot pemadam kebakaran yang berharga mahal. “Untuk peristiwa kebakaran kecepatan menjadi kunci utama, semakin cepat api dipadamkan, semakin minimal resiko dapat ditekan,” pungkasnya.
Sementara itu, JawaPos.com telah menghubungi Kadis Gulkarmat DKI Jakarta Satriadi Gunawan untuk mengkonfirmasi temuan BPKN ini. Namun, hingga berita diterbitkan, yang bersangkutan tidak merespon telepon maupun pesan pendek yang dikirim.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=7BjKnWBfudI

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
