
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi (kanan) saat melakukan konferensi pers di Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jumat (28/7/2023).
JawaPos.com - Tim Gabungan Polda Metro Jaya masih menyelidiki kasus ibu dan anak yang tewas tinggal kerangka di Cinere, Depok, Jawa Barat. Sejauh ini polisi menemukan kesamaan kasus tersebut dengan kasus tewasnya satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu.
"Ini sangat mirip dengan kejadian yang di Kalideres, oleh karenanya polanya kita sama, ditemukan jenazah sudah rusak," kata Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi kepada wartawan, Sabtu (9/9).
Pada kasus di Kalideres, satu keluarga ditemukan tewas di dalam rumahnya. Kondisi jenazah saat ditemukan pun sudah membusuk. Setelah rangkaian penyelidikan, mereka dipastikan tewas tidak biasa, namun bukan pembunuhan.
"(Petugas akan) melakukan olah TKP dan kita juga sterilitasnya dari awal sehingga tim labfor bisa menganalisis apakah ada jejak-jejak orang di luar dua jenazah ini sebelum kejadian," jelas Hengki.
Sebelumnya, dua mayat tinggal kerangka ditemukan di salah satu rumah di Perum Bukit Cinere Indah, Jalan Pesanggrahan, Cinere, Kota Depok, Kamis (7/9). Dua mayat berinisial GAH, 65, dan DAW, 38, itu diduga merupakan ibu dan anak.
"Kedua korban ditemukan diruang kamar mandi yang tidak terkunci dalam keadaan sudah tidak bisa diidentifikasi (tinggal kerangka, Red)," kata Kaur Humas Polres Metro Depok Iptu Made Budi dalam keterangannya kepada wartawan.
Ia mengatakan, penemuan mayat ibu dan anak yang tinggal kerangka itu bermula saat warga perumahan tersebut memberitahukan kepada petugas keamanan bahwa korban sudah tak keluar rumah hampir satu bulan.
"Akhirya saksi mengajak Ketua RT setempat untuk bersama-sama mengecek ke rumahnya. Dan saksi mencoba masuk ke dalam pagar, lalu membuka garasi rumah dan mencium bau tidak sedap dari ruang kamar mandi," sambungnya.
Dari situ ditemukan dua mayat yang sudah dalam keadaan membusuk dan tinggal kerangka.

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
