Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 3 September 2023 | 19.21 WIB

DPRD Minta Pemprov DKI Buka Posko Pengaduan Soal Polusi Udara

Lalu-lalang pekerja berjalan mengunakan masker untuk menghindari polusi udara sepulang di kawasan Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta, Jumat (25/8/2023). - Image

Lalu-lalang pekerja berjalan mengunakan masker untuk menghindari polusi udara sepulang di kawasan Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta, Jumat (25/8/2023).

JawaPos.com - DPRD DKI Jakarta meminta Pemprov DKI Jakarta membuka posko pengaduan bagi masyarakat yang terdampak polusi udara. Anggota Badan Anggaran DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino mengatakan, hal itu perlu dilakukan sehubungan dengan polusi udara yang masih belum reda di ibu kota 

Selain itu, ia menyoroti semakin banyaknya masyarakat yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat kualitas udara yang buruk tersebut.
 
“Kalau kita memahami situasi polusi ini sudah darurat, harusnya dibuka posko pengaduan masyarakat. Supaya masyarakat bisa menyampaikan keluhannya agar ada treatment dari pemerintah sebagai insentif terhadap masyarakat yang terpapar polusi,” ujar Wibi kepada wartawan, Minggu (2/9).
 
Di sisi lain, ia juga meminta Pemprov DKI memberi layanan kesehatan prioritas bagi kelompok usia rentan seperti anak-anak dan warga lanjut usia (lansia). 
 
“Pelayanan terhadap kelompok masyarakat paling rentan seperti balita, anak-anak sekolah dan Lansia ini yang harus diutamakan,” tandasnya.
 
 
Sebelumnya, Plt Kepada Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati mengatakan bahwa kasus ISPA yang menjangkiti balita di ibu kota mencapai 41 ribu kasus. Hal itu sehubungan dengan polusi udara yang makin mengkhawatirkan belakangan ini.
 
"Balita, kenaikan itu Juni Juli masih sama 41 ribu," katanya kepada wartawan, Selasa (29/8).
 
 
41 ribu kasus itu, kata Ani, merupakan jumlah total kasus ISPA sebanyak 156 ribu di bulan Juni-Juli 2023. Untuk di bulan Agustus sendiri, ia mengatakan bahwa jumlah totalnya masih belum dihitung.
 
Meski total kasus ISPA sudah ada di angka puluhan ribu dalam satu bulan untuk balita, ia mengatakan bahwa jumlah itu masih terbilang terkendali.
 
"Kalau kita mah terhadap ISPA dari dulu udah siap ya, dari sejak Covid dulu kita udah ada klinik poli sendiri, sampai sekarang poli dipermanenkan," ungkapnya.
Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore