Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 19 September 2020 | 02.14 WIB

Saling Berbagi Itu Tradisi Asli Indonesia

Warga Sunter Jaya, Jakarta Utara mengambil barang dalam gerakan saling berbagi, Jumat (18/9). (For JawaPos.com) - Image

Warga Sunter Jaya, Jakarta Utara mengambil barang dalam gerakan saling berbagi, Jumat (18/9). (For JawaPos.com)

JawaPos.com - Kasus positif covid-19 di Indonesia terus menunjukkan tren meningkat. DKI Jakarta dan sejumlah kota di sekitarnya pun menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), agar penularan virus korona dapat dikendalikan.

Situasi seperti ini membuat kondisi ekonomi masyarakat semakin tidak jelas kapan untuk bangkit. Terutama para pelaku usaha kecil menengah (UKM). Penghasilan mereka turun drastis karena berkurangnya pembeli. Warga yang bekerja masih mengalami pemotongan gaji dan bahkan ada yang dirumahkan tanpa mendapatkan gaji.

Di samping itu, tidak sedikit juga warga yang memiliki jiwa kedermawanan membantu saudaranya untuk berbagi. Mereka satu sama berkolaborasi untuk menyumbangkan sebagian rezekinya untuk dibagikan kepada warga yang membutuhan.

Tak ayal, sebagian warga Indonesia sangat merasakan sekali ada para dermawan yang berbagi. Baik berbagi kebutuhan dapur atau berbagi makanan. Semangat berbagi itu dilakoni Adi Suminto, salah seorang pengusaha bajaj di Sunter Jaya, Jakarta Utara mengikuti Gerakan Saling Berbagi yang dilakoni oleh lembaga sosial Indonesia Berbagi.

Baca juga: Solikhin: Biasanya Paling Pakai Oseng Kangkung Sama Ikan Asin

Adi Suminto mengatakan, banyak warga yang berusaha di luar rumah untuk mencari penghasilan. Tetapi uang yang dibawa pulang pun tidak ada. Sementara kebutuhan di rumah harus dipenuhi. Makanya, ketika ada yang berbagi ini warga sangat antusias.

"Saling berbagi makanan sudah ada sejak dulu. Ini tradisi asli Indonesia," ungkap Adi Suminto kepada wartawan, Jumat (18/9).

Aminudin, ketua RT 004/03 Sunter Jaya, mengapresiasi kegiatan berbagi yang dilakukan oleh Adi Suminto dan warga lainnya bersama lembaga sosial Indonesia Care tersebut.

Menurut Aminudin, banyak warga yang antusias ikut menyumbang dalam Gerakan Saling berbagi tersebut. Para penerima manfaatnya banyak berasal dari RT lain.

Anita, salah satu warga penerima manfaat program Gerakan Saling Berbagi mengaku sangat terbantu. "Semoga tidak cuma hari Jumat saja. Soalnya makin sulit cari uang setelah korona merebak," kata perempuan paruh baya itu.

Di tempat yang sama, GM Program Indonesia CARE Repil Ansen mengaku bahwa banyak masyarakat merasakan manfaat dari Gerakan Saling Berbagi. Lebih jauh dikatakan, konsep gerakan itu adalah menggerakkan masyarakat yang mempunyai kelebihan rezeki untuk berbagi. Baik itu makanan, beras, sayur, lauk pauk hingga roti digantung. Masyarakat yang membutuhkan dipersilakan memilih dan mengambil satu kantong.

"Masyarakat bisa ikut partisipasi langsung baik dalam donasi uang atau dalam bentuk Natura. Ini positif sekali dan bisa ditularkan di daerah-daerah lain," kata Repil Ansen.

Baca juga: Ketika Dua Mantan Prihatin terhadap Negeri Ini

Dikatakannya, Indonesia CARE bersiap memasifkan gerakan itu menjadi gerakan nasional dengan momentum PSBB tahap dua ini. "Tidak usah malu atau sungkan untuk datang menyalurkan donasi natura. Kalau memang tidak ingin kelihatan bisa juga dengan transfer ke rekening kemanusiaan Indonesia CARE," tandasnya.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

 

https://www.youtube.com/watch?v=pq5Zuta7Bmk

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore