Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 14 Agustus 2023 | 20.10 WIB

Kualitas Udara di Jabodetabek Sangat Buruk, Jokowi Minta Masyarakat Beralih ke Transportasi Umum

Deretan gedung bertingkat di kawasan Sudirman, Jakarta, tampak diselimuti kabut, Selasa (11/10/22). Polusi udara Jakarta pada Selasa (11/10), dalam kategori tanda warna merah. Berdasarkan data Real-time Air Quality Index (AQI), Konsentrasi PM2.5 di udara - Image

Deretan gedung bertingkat di kawasan Sudirman, Jakarta, tampak diselimuti kabut, Selasa (11/10/22). Polusi udara Jakarta pada Selasa (11/10), dalam kategori tanda warna merah. Berdasarkan data Real-time Air Quality Index (AQI), Konsentrasi PM2.5 di udara

 
JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar rapat terbatas (ratas) terkait kualitas udara di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek) di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (14/8). Ratas itu dihadiri jajaran Menteri Kabinet Indonesia Maju dan Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono.
 
Jokowi mengakui, belakangan ini kualitas udara di Jabodetabek sangat buruk. Ia menduga, meningkatnya polusi udara diakibatkan dari kemarau panjang.
 
"Selama satu pekan terakhir kulitas udara di Jabodetabek sangat-sangat buruk dan tanggal 12 Agustus 2023 yamg kemarin, kualitas udara di DKI Jakarta di angka 156 dengan keterangan tidak sehat," kata Jokowi.
 
Kepala negara mengungkapkan,  terdapat beberapa faktor yang menyebabkan buruknya kualitas udara di Jabodetabek, salah satunya tidak adanya hujan atau musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia.
 
"Situasi ini antara lain kemarau panjang selama tiga bulan terakhir yang menyebabkan peningkatan konsentrasi polutan tinggi, serta pembuangan emisi dari transportasi dan juga aktivitas industri di Jabodetabek, terutama yang menggunakan batu bara di sektor industri manufaktur," ucap Jokowi.
 
 
Jokowi lantas memberikan sejumlah catatan di antaranya, dalam jangka pendek kementerian dan lembaga segera melakukan intervensi yang bisa meningkatkan kualitas udara di Jabodetabek agar lebih baik. Jokowi juga meminta untuk melakukan  rekayasa cuaca, untuk memancing hujan di kawasan Jabodetabek dan menerapkan regulasi dalam rangka percepatan penerapan batas emisi, khususnya di Jabodetabek.
 
 
"Kemudian memperbanyak ruang terbuka hijau dan tentu saja ini memerlukan anggaran, siapkan anggaran dan jika diperlukan kita harus berani mendorong banyak kantor melaksanakan hybrid working, work from office, work from home. Mungkin saya nggak tahu nanti dari kesepakatan di rapat terbatas ini apakah 7-5 2-5 atau angka yang lain," papar Jokowi.
 
Sementara itu dalam jangka menengah, Jokowi meminta masyarakat beralih ke transportasi umum, tidak lagi menggunakan kendaraan pribadi yang berbahan bakar fosil. Terlebih, transportasi umum di Jakarta akan segera terintegrasi.
 
"Saya kira bulan ini LRT segera dioperasionalkan, MRT juga sudah beroperasi, kemudian kereta cepat bulan depan juga sudah beroperasi dan juga percepatan elektrivikasi kendaraan umum dengan bantuan pemerintah," ujar Jokowi.
 
Kemudian dalam jangka panjang, kata Jokowi, perlu memperkuat aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Ia pun meminta jajarannya melakukan pengawasan pada sektor industri dan pembangkit listrik, terutama di sekitar Jabodetabek. 
 
"Yang terakhir mengedukasi publik yang seluas-luasnya. Saya rasa itu yang ingin saya sampaikan dalam pengantar ini," pungkas Jokowi.
Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore