
Makan gratis di seribu Warteg yang tersebar di Jabodetabek. (ACT for JawaPos.com)
JawaPos.com - Semenjak wabah korona melanda Tanah Air, pemerintah membuat kebijakan ekstrem agar dapat memutus mata rantai virus tersebut. Yakni jaga jarak atau social distancing dan tetap berada di rumah.
Dampak dari kebijakan untuk melawah wabah tersebut adalah para pekerja informal kehilangan penghasilan, pelaku usaha terpaksa menutup bisnisnya, pekerja harus dirumahkan karena tempat mereka bekerja tidak beroperasi.
Salah satu pihak paling terdampak dan rentan atas wabah korona ini adalah para pengemudi ojek online (ojol). Mereka kehilangan penumpang. Sulit mengejar target perjalanan demi bisa memenuhi kebutuhan rumah. Minimal bisa makan sehari-hari.
Kini dalam kondisi begitu, Aksi Cepat Tanggap (ACT) hadir untuk mereka dengan programnya “Operasi Makan Gratis Bersama 1.000 Warteg” di wilayah Jabodetabek.
“Inilah cara kami untuk meyakinkan masyarakat bahwa musibah ini menjadi cara untuk memasifkan kebaikan di tengah-tengah wabah. Kami ingin sampaikan bahwa wabah ini telah menggerogoti sendi-sendi perekonomian bangsa, khususnya UMKM," ujar Ketua Dewan Pembina ACT Ahyudin kepada JawaPos.com, Jumat (27/3).
Ahyudin menerangkan, dengan program yang diluncurkan pada Selasa (24/3) berharap menjadi solusi menurunnya permasalahan pendapatan para pemilik warteg. Sebab wabah korona juga mengakibatkan penghasilan pengusaha warteg berkurang. Pelanggannya berkurang.
Lantas para pedagang warteg tersebut digandeng untuk memberikan makanan gratis kepada pengemudi ojol. Semua makanan di warteg dibayar oleh ACT. Adapun syarat warteg yang digandeng yakni yang bisa menjaga kualitas kebersihan tempat, rasa makanan yang sesuai, dan mengedapankan ketentuan-ketentuan untuk menjaga jarak. Supaya rantai penularan virus dapat terputus.
Bagi Ahyudin, program tersebut diharapkan sangat membantu kebutuhan pangan para pengemudi ojol. Para pengemudi ojol semakin kesulitan penumpang. Penumpang mereka kini lebih banyak berada di rumah.
Presiden ACT Ibnu Khajar menambahkan, selain driver ojol ada kelompok masyarakat lainnnya yang keluar rumah untuk bekerja. Mereka bekerja bukan untuk mengabaikan aturan pemerintah. Semata karena mata pencahariannya di jalan. Dengan situasi covid-19 ini belum tentu mereka mendapat penghasilan yang bisa memenuhi kebutuhan rumah tangganya.
“Kami masuk ke ranah yang serius lainnya sebagai dampak atas wabah korona. Yaitu, kebutuhan pangan dan penghasilan yang terganggu di tengah masyarakat," kata Ibnu Khajar.
Ketua Koordinator Warteg Nusantara (Kowantara) Mukroni mengatakan, kondisi perekonomian cukup mempengaruhi keberlangsungan pengusaha warteg sejak adanya wabah korona.
Sutaryo selaku Koordinator Operasi Makan Gratis Bersama 1.000 Warteg mengatakan, kini baru terdapat 50 warteg yang tersebar di Jakarta, Tangerang, dan Bekasi, memberikan makan gratis di tengah wabah korona.
"Jumlah ini akan terus bertambah setiap harinya sehingga makin banyak masyarakat prasejahtera yang terbantu," Sutaryo.
Warteg di Jakarta yang sudah bekerja sama dengan ACT antara lain Warteg Nurul, Warteg Bu Ali, Warteg Ridho Ibu, Warteg Gaul, Warteg Putra Bahari, Warteg Bahari, Warteg Kharisma Bahari, Warteg Pesona Bahari, Warteg Sami Asih, Warteg Mba Ira, Warteg Pesona Bahari, dan puluhan warteg lainnya.
Di Tangerang, Warteg Permata Bahari, Warteg Cemara, Warteg Mustika, Warteg Nambo, Warteg Orenge, Warteg Puput,Warteg Lulu, Warteg Top, dan lainnya. Sementara di Bekasi, ada Warteg Kowantara dan Warung Nasi Lengko.
Atas program Operasi Makan Gratis tersebut, Sahono Suryadi, pemilik Warteg Nurul, mengaku merasa bahagia. Dia bisa berbagi untuk orang-orang yang kesulitan mendapat pangan.
"Selama pandemi korona ini, kami terus memberikan pelayanan terbaik berupa makanan siap santap kepada masyarakat," ujar pemilik warteg di Jalan Teuku Cik Ditoro, Menteng, Jakarta Pusat itu.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
