Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 14 Maret 2020 | 15.26 WIB

Anies Ajukan Lab Pendamping BSL 2+ Untuk Tes COVID-19

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Istimewa) - Image

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Istimewa)

JawaPos.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengajukan laboratorium uji tidak terpusat sebagai laboratorium pendamping pemeriksaan virus korona (COVID-19). Hal ini mengingat penyebaran virus korona semakin masif terjadi di Indonesia khususnya Jakarta.

"Kami di Jakarta memiliki Labkesda DKI Jakarta. Itu statusnya BSL 2+. BSL 2+ itu artinya Bio Safety Level-nya dua plus. Bukan Bio Security, ini Bio Safety Level, dan ini bisa menjadi laboratarium pendamping," kata Anies di Balai Kota Jakarta, Jumat (13/3).

Anies menyampaikan, tujuan pengajuan laboratorium uji ini agar proses pengujian dan langkah-langkah selanjutnya kepada pasien korona dapat lebih cepat. Sebab, bila pengujian memerlukan waktu yang lama, dalam masa itu pula pribadi-pribadi ini sudah berinteraksi dengan begitu banyak orang, sehingga penyebaran bisa saja terjadi.

"Begitu ada pribadi-pribadi yang harus diuji, kita bisa langsung uji, kita bisa langsung mendapatkan hasilnya karena dalam satu hari bisa selesai," imbuhnya.

Setelah itu, pemerintah bisa mengambil tindakan berupa isolasi atau kebijakan lainnya. Menurutnya, akan sangat berbahaya apabila tes laboratorium dibiarkan berlangsung lama, karena potensi penularan menjadi tinggi. "Kecepatan melakukan pengajuan penting," jelas Anies.

Anies juga menekankan pentingnya transparansi terkait sebaran virus ini. Oleh karena itu dibutuhkan data yang cepat untuk segera melacak pergerakan pasien korona. Itu pula yang diterapkan oleh sejumlah negara tetangga seperti Malaysia dan Jepang.

"Bila di Malaysia ditutup-tutupi, kita tidak tahu, maka kita tidak bisa mendeteksi ini semua. Karena itu, penting sekali untuk segera bisa dilakukan dan kami siap," pungkasnya.

Diketahui, dalam dua hari, jumlah kasus positif naik hampir dua kali lipat. Pada Rabu (11/3) ada 34 kasus positif yang diumumkan, dan hari ini, Jumat (13/3) nail menjadi 69 kasus positif. Dari jumlah itu, mirisnya ada 2 kasus balita ikut terinfeksi.

Balita tersebut terinfeksi dari orang tuanya. Namun tidak dipaparkan dengan jelas penularannya dari pasien nomor berapa. Seluruh pasien yang dinyatakan positif, diisolasi di sejumlah rumah sakit di Jakarta dan di luar Jakarta. Ada lebih dari 100 RS rujukan se-Indonesia untuk menampung kasus COVID-19.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=tCx9V-Bhdew

https://www.youtube.com/watch?v=1prJnZBjZtE

https://www.youtube.com/watch?v=4u8F0mZZmLA

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore