Sejumlah driver ojek online saat mencari order di kawasan Jalan Tentara Pelajar, Jakarta (10/2/2020). Kementerian Perhubungan mengatakan bahwa dalam pembahasan kenaikan tarif ojek online, hanya zona Jabodetabek saja yang akan mengalami kenaikan. Sedangkan
JawaPos.com – Penumpang ojek online bernama Gira, yang berhasil diselamatkan Achmad, seorang driver ojek online dari komplotan penipu lowongan kerja Rumah Toko (Ruko) di Kota Bekasi , ternyata menjadi korban penipuan dari pihak perusahaan yang mengaku membuka lowongan kerja.
Awalnya menurut Achmad, Selasa (25/7) pagi, usai dirinya mendapat orderan dari penumpang bernama Gira, Achmad curiga dengan chat personal yang dikirim oleh penumpangnya tersebut. Pasalnya, sang penumpang langsung mengatakan jika dirinya gemetaran dan takut di dalam Ruko itu. Padahal, pagi-pagi buta, Gira kata Acmad, berniat melamar kerja dan berangkat dari kosannya di bilangan Jakarta Barat dengan menumpang kereta api menuju Kota Bekasi.
“Dapat orderan seperti yang beredar (di Medos-Red). Langsung bilang (gemetaran-Red) begitu,” kata Achmad saat berbincang dengan JawaPos.com, Rabu (26/7).
Curiga, Achmad pun langsung menanyakan kondisi Gira.
“Mas gemetaran kenapa?,” ucap Achmad.
Tak lama kemudian, sang penumpang pun langsung menceritakan kondisinya. Kepada Achmad, Gira mengaku seperti ditahan di dalam Ruko oleh HRD. Bahkan, saat datang melamar kerja, di ruang pendaftaran yang terletak di lantai satu Ruko tersebut, dirinya langsung dipaksa disuruh bayar Rp 1,5 juta.
Karena takut dan berharap mendapat kerjaan, Gira pun akhirnya merelakan uangnya Rp 350 ribu melayang.
Namun bukannya untung, Gira justru semakin buntung. Tak ada tes apapun yang dilakukan pihak perusahaan terhadap pelamar, layaknya orang melamar kerja. Gira bersama pelamar lain kata Achmad, justru diminta naik ke lantai dua.
“Disuruh bayar Rp 1,5 juta hari ini harus ada. Kalau nggak, diminta pinjem ke orang tua, tetangga atau temen,” papar Achmad.
Mendapat tekanan itu, menurut Achmad, Gira pun mencoba menawar.
“Customer ini nanya, apa nggak bisa diganti hari berikutnya, kasih kita waktu. Nggak bisa katanya,” jelas Achmad.
Merasa tertipu, Gira pun berinisiatif memesan ojek online, agar bisa kabur. Awalnya, saat ditanya komplotan penipuan itu, Gira mengaku tengah memesan makanan via ojek online dan meminta izin untuk bisa keluar Ruko. Namun, siasat itu gagal karena dilarang para komplotan untuk keluar.
Gira pun putar otak. Dia berpura-pura meminta izin ke toilet yang terletak di lantai satu Ruko, sembari meminta Achmad untuk bersiap menjemputnya di depan pintu Ruko.
Mendapat permintaan tolong tersebut, tanpa pikir panjang, Achmad langsung tancap gas dan berjalan menjemput Gira menuju pintu masuk Ruko. Sesampainya di depan pintu masuk, Achmad pun langsung berhadap-hadapan dengan sekitar dua atau tiga penjaga keamanan yang memelototi ke wajahnya.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
