
Pemilik warung di TPA Bantar Gebang.
JawaPos.com - Bantar Gebang adalah salah satu Tempat Pembuangan Akhir (TPA) terbesar di Indonesia. Sampah dan limbah-limbah dari masyarakat akan dikumpulkan di sana. Akibatnya, TPA Bantar Gebang berubah menjadi gunung sampah yang menjulang tinggi. Namun, ada yang menarik dari gunung sampah tersebut karena terdapat sebuah warung di atasnya.
Warung tersebut berbentuk bedeng, dan hanya terbuat dari terpal yang di dalamnya terdapat meja dengan berbagai aneka jajanan sebagaimana warung pada umumnya.
Melansir dari video yang diunggah akun YouTube Jericho Zeki, YouTuber tersebut menunjukkan keadaan di tempat pembuangan sampah, termasuk beberapa pemulung yang bekerja di sana dan warung sederhana yang menyembul di area sampah tersebut.
Warung ini ternyata tidak permanen menapak di satu posisi, melainkan berpindah-pindah di tempat yang banyak pemulung beraktivitas. Biasanya, di lokasi ketika truk sampah datang dan menurunkan sampah-sampahnya.
Hal itu karena sampah yang dicari oleh pemulung adalah sampah yang baru turun dari truk sampah. Itulah sebabnya, warung tersebut berdiri tak jauh dari zona aktif pembuangan.
“Karena memang sampah yang dicari adalah sampah yang baru turun dari truk sampah. Sehingga aktivitas pemulung dan warung tak jauh dari titik sampah diturunkan,” demikian keterangan di video tersebut.
Berada di gunung sampah, tentunya membuat warung tersebut banyak dihinggapi lalat. Meski begitu, warung tersebut tetap ramai dikunjungi para pemulung untuk sekadar makan atau beristirahat.
Warung tersebut menjual banyak menu makanan ringan seperti gorengan, mie instan, aneka minuman dingin, kopi hangat, hingga rokok.
Selain itu, pemilik warung juga menyediakan makanan berat seperti nasi bungkus untuk makan para pemulung di gunung sampah tersebut. Selain makan, beberapa pembeli datang ke warung hanya untuk tiduran, merokok, dan dipijit sesama rekan pemulung karena kelelahan mencari barang bekas.
Pemilik warung mengungkapkan bahwa usahanya ini buka sejak pukul 6 pagi sampai 5 sore. Menariknya, penghasilan pemilik warung yang kerap disapa Teteh tersebut terbilang cukup besar. Si Teteh bisa menghasilkan uang sekitar Rp 400 ribu hingga Rp 900 ribu perhari.
“Pendapatan per hari paling sedikit berapa, paling banyak berapa Teh?” tanya YouTuber tersebut.
“Paling dikit Rp 400 ribu, paling banyak kadang Rp 800 ribu sampai Rp 900 ribuan,” jawab si Teteh.
Meski begitu, biasanya para pembeli berutang telebih dahulu dan membayarnya ketika mendapat uang dari pekerjaan yang mereka lakukan.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
