
Momen penyerahan penghargaan kepada para penghafal Al-Qur’an tunanetra dari berbagai negara pada ajang MHQ Internasional Albasira di Jakarta. (Istimewa)
JawaPos.com-Liga Muslim Dunia (Muslim World League/MWL) untuk pertama kalinya menyelenggarakan Kompetisi Internasional Hafalan Al-Qur’an Albasira (Musabaqah Hifdzil Quran/MHQ) untuk Tunanetra di Jakarta. Ajang yang diikuti peserta dari berbagai negara ini turut dihadiri Sekretaris Jenderal MWL Syekh Dr. Mohammed bin Abdulkarim Al-Issa, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, serta Menteri Agama RI Dr. Nasaruddin Umar.
Kompetisi ini menjadi ruang prestasi para penghafal Al-Qur’an penyandang disabilitas netra. “MHQ bagi disabilitas netra ini bertujuan meningkatkan kepercayaan diri mereka dan menghormati para jenius dalam menghafal Al-Qur’an,” ujar Dirjen Urusan Al-Iqra MWL,Khalid bin Hasan Abdul Kafi.
Dia menegaskan bahwa pelayanan terhadap Al-Qur’an merupakan inti misi MWL di seluruh dunia. Dalam kesempatan itu, Khalid menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia atas dukungan penuh dalam penyelenggaraan ajang internasional tersebut. “Kami menyampaikan terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada Republik Indonesia dan Kementerian Agama,” tuturnya.
Terdapat lima kategori yang dipertandingkan dalam kompetisi ini, yaitu: hafalan 30 juz beserta Matan Al-Jazariyyah, hafalan 30 juz (kategori putra), hafalan 30 juz (kategori putri), hafalan 20 juz, dan hafalan 10 juz.
Para peserta terbaik dari berbagai kelompok usia menerima penghargaan atas kemampuan hafalan, kualitas tilawah, dan penerapan tajwid yang dinilai langsung oleh para penguji internasional.
Untuk memperkuat aksesibilitas dalam pembelajaran Al-Qur’an, MWL juga membagikan 300 mushaf Braille elektronik generasi terbaru kepada para peserta dan lembaga terkait. Teknologi tersebut diharapkan menjadi sarana efektif dalam memperluas literasi Al-Qur’an bagi penyandang disabilitas netra di berbagai negara.
Dirjen Bimas Islam Kemenag RI Abu Rokhmad, mengatakan pelaksanaan kompetisi pada 3 Desember, bertepatan dengan Hari Disabilitas Internasional, memiliki makna khusus bagi gerakan inklusi global. “Momentum ini memperluas ruang partisipasi aktif penyandang disabilitas netra di tingkat dunia,” ujarnya. ’’Kegiatan ini juga meneguhkan posisi Indonesia dalam memajukan syiar Islam yang rahmatan lil ‘alamin,” imbuhnya. (*)

Bentrok Maut Tambak Matraman, Satu Orang Tewas, Motor hingga Rumah Semi Permanen Dibakar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kronologi Tewasnya Satpam Jatiluhur Purwakarta: Rekam Vandalisme hingga Tewas Terborgol
Donald Trump Terjebak! Perang Iran Seret Presiden AS ke Krisis Politik dan Militer
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Profil Mitchell Baker: Striker Naturalisasi Timnas Indonesia Berdarah Yogyakarta, Debut Gemilang di Piala AFF 2026
Profil Aripat, Suami Nathalie Holscher: Dari Sales hingga Menjadi Pengusaha
Profil Santyka Fauziah, Kekasih Sule yang Didoakan Nathalie Holscher Segera Menikah
Profil Ikhwan Ali Tanamal: Winger Baru Persib Bandung Menyala di Piala Presiden 2026, Wonderkid Tulehu Dikontrak hingga 2028
Sempat ‘Hilang’ dari Bangku Cadangan saat Timnas Indonesia Gulung Kamboja, John Herdman Ungkap Alasannya
