Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 9 Juli 2025 | 21.00 WIB

Ustadz Felix Siauw Ungkap Bahaya Ramalan: Ibadah Tidak Diterima hingga Jatuh ke Lembah Syirik

Ustadz Felix Siauw. (YouTube Curhat Bang Denny Sumargo). - Image

Ustadz Felix Siauw. (YouTube Curhat Bang Denny Sumargo).

JawaPos.com - Membaca ramalan dalam astrologi untuk tujuan hiburan dengan catatan tidak mempercayainya sebenarnya tidak masalah atau tidak melahirkan konsekuensi serius. Yang menjadi masalah adalah ketika kita membaca ramalan atau mendatangi peramal dan kemudian mempercayainya.

Ustadz Felix Siauw mengatakan secara tegas bahwa ramalan tentang masa depan di dalam Islam tidak diperbolehkan. Oleh sebab itu, ada hadist Riwayat Muslim yang secara tegas melarang umat Islam untuk mendatangi peramal atau dukun.

"Dalam Islam sudah jelas ya siapa yang mendatangi peramal atau dukun maka sholatnya ditolak 40 malam. Artinya dia bermaksiat, hukumnya seperti itu," kata Felix Siauw saat berbincang dengan Richard Lee.

Dia lebih lanjut mengungkapkan, larangan ini karena membawa konsekuensi mempercayai ramalan. Dan ketika orang percaya akan masa depan berdasarkan ramalan, Felix Siauw menyebut orang itu sudah masuk ke lembah syirik yang merupakan dosa besar di dalam Islam.

"Di dalam Islam, kita tidak boleh mendatangi orang-orang seperti tadi karena itu akan membuat kita akhirnya yakin kepada orang-orang ini dan tidak meyakini kekuatan yang lebih besar yaitu kekuatan Allah. Nah, itu namanya syirik," papar ustadz Felix Siauw.

Melansir dari NU Online, ustadz Amien Nurhakim selaku Musyrif PP Darussunnah Jakarta mengungkapkan, ramalan berdasarkan cek khadam yang sempat viral beberapa tahun belakangan tidak membawa konsekuensi serius apabila tidak mempercayainya atau hanya menganggapnya sebagai hiburan.

Dia kemudian menjelaskan lebih detail tentang hadist riyawat Muslim berupa larangan mendatangi peramal atau dukun. Menurut dia, yang dilarang dan mendatangkan konsekuensi sholat tidak diterima selama 40 malam ketika orang itu mempercayai ramalannya. Hal ini berdasarkan hadist Riwayat Ahmad. 

                                                                              من أتى عرافا فصدقه بما يقول لم يقبل له صلاة أربعين يوما

Artinya: Oang mendatangi peramal untuk menanyakannya tentang sesuatu, lalu dia memercayainya, maka shalatnya tidak diterima selama empat puluh hari.” (HR Ahmad).

Dia juga mengungkapkan riwayat lain yang memberikan konsekuensi serius bagi orang yang memercayai ramalan, karena bisa berdampak sangat serius berujung pada kekafiran.

                                          مَنْ أَتَى عَرَّافًا أَوْ كَاهِنًا فَصَدَّقَهُ فِيمَا يَقُولُ، فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ   

Artinya, “Siapa pun yang mendatangi peramal atau dukun, lalu memercayai apa yang dikatakannya, maka ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad saw.” (HR Al-Hakim).

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore