Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 28 Mei 2025 | 18.10 WIB

Bacaan Niat Puasa Tarwiyah yang Dilaksanakan Tanggal 8 Dzulhijjah dalam Bahasa Arab, Huruf Latin, dan Terjemahannya

ilustrasi puasa. (Freepik/rawpixel.com) - Image

ilustrasi puasa. (Freepik/rawpixel.com)

JawaPos.com - Puasa Tarwiyah termasuk salah satu puasa yang dianjurkan untuk dilaksanakan pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.

Melaksanakan puasa ini, akan dapat menghapus dosa selama satu tahun. Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada tanggal 8 bulan Dzulhijjah, atau sehari sebelum momen jamaah haji melaksanakan wukuf di Arafah. 

Dalil khusus tentang puasa Tarwiyah memang tidak kuat. Akan tetapi, dalil puasa Tarwiyah ini tetap akan kuat dengan didasarkan pada hadist tentang dianjurkannya melaksanakan ibadah pada 10 hari pertama bulan Dzulhijjah.

Penamaan puasa Tarwiyah dan Arafah ini menarik karena dilandaskan pada pengalaman spiritual dan perjuangan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail tentang ketaatan mereka kepada Allah.

Pada malam hari Tarwiyah atau tanggal 8 Dzulhijjah, Nabi Ibrahim bermimpi diperintahkan menyembelih anak yang sangat disayanginya, Nabi Ismail.

Nabi Ibrahim merenung, berpikir, ragu, (tarwiyah) apakah mimpi itu merupakan perintah dari Allah atau mimpi itu datangnya dari setan. Pada malam tanggal 9 Dzulhijjah atau Arafah, Nabi Ibrahim kembali bermimpi untuk menyembelih putranya Nabi Ismail. 

Mimpi yang sama terulang kembali dua malam berturut-turut, Nabi Ibrahim pun tahu (arafah) dan yakin bahwa perintah itu memang datangnya dari Allah SWT. 

Demi menjalankan perintah Allah, dia pun harus melaksanakan perintah menyembelih anak yang paling disayanginya. dia lalu mendiskusikannya dengan Nabi Ismail.

Ternyata, Nabi Ismail rela dan ikhlas untuk disembelih guna menunjukkan ketaatan dirinya dan juga ketaatann ayahnya, Nabi Ibrahim, kepada Tuhan.

Saat Nabi Ibrahim hendak menyembelih Nabi Ismail, Allah kemudian menggantinya dengan domba. Dari sinilah, berkurban menjadi tradisi yang dianjurkan di dalam agama Islam.

Meski tidak ada dalil kuat tentang puasa Tarwiyah sebagaimana puasa Arafah, akan tetapi dalilnya tetap kuat dan sangat dapat dibenarkan dengan berpedoman pada hadist Rasulullah tentang keutamaan 10 hari pertama pada bulan Dzulhijjah.

Berikut niat puasa Hari Tarwiyah tanggal 8 Dzulhijjah:

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta’âlâ.

Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta’âlâ.”

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore