Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 September 2025 | 19.55 WIB

Maulid Nabi: 4 Sifat Nabi Muhammad yang Harus Diteladani Rakyat hingga Para Pemimpin Negeri

Ilustrasi perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. (Freepik) - Image

Ilustrasi perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. (Freepik)

JawaPos.com - Momen Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi pengingat bagi umat Islam untuk meneladani 4 sifat kekasih Allah. Sifat-sifat ini patut ditiru oleh seluruh umat Islam, dari rakyat hingga para pemimpin negeri. 

Beberapa waktu belakangan, Indonesia dihadapkan pada gelombang besar kemarahan publik yang dimuntahkan dalam gelaran aksi demo terjadi di berbagai daerah.

Mereka marah besar hingga mengamuk tanpa ada rasa takut sama sekali untuk memperjuangkan aspirasi karena merasa pejabat negeri tidak lagi mendengarkan keluh kesah dan penderitaan rakyat.

Puncaknya, kenaikan gaji dan tunjangan DPR di saat rakyat sedang mengalami kesulitan secara ekonomi akibat terjadinya PHK dimana-mana.

Kondisi ini menambah lengkap akumulasi kekecewaan rakyat atas pernyataan sejumlah pejabat dengan begitu mudahnya berbicara seenak udel mereka dengan menakut-nakuti atau bahkan menyakiti hati rakyat tanpa ada konsekuensi apapun. 

Melalui momentum Maulid Nabi yang jatuh pada hari ini, Jumat (5/9), kita akan kembali ke kesejatian diri dengan meneladani 4 sifat Nabi Muhammad.

4 sifat ini harus diteladani oleh umat Islam secara umum, termasuk para pejabat negeri agar Indonesia bisa menjadi negara yang lebih baik.

Maulid Nabi Muhammad sejatinya bukan hanya menjadi perayaan seremonial tahunan, tapi menjadi momentum untuk semakin mengenal sekaligus meneladani sifat-sifat dan kepribadian Rasulullah, manusia paling sempurna dan paling mulia di muka bumi.

Dilansir dari NU Online, terdapat 4 sifat Rasulullah yang harus diteladani dan diamalkan oleh umat Islam ataupun para pemimpin dalam kehidupan sehari-hari, supaya selamat di dunia hingga kehidupan di akhirat kelak.

Keempat sifat tersebut yaitu shidiq, amanah, tabligh, dan fathanah.  Berikut ulasannya:

1. Shidiq - Jujur 

Semua rasul wajib memiliki sifat shidiq atau jujur, termasuk Rasulullah. Kebalikan dari sifat shidiq yang mustahil bagi Rasulullah yaitu sifat kadzib atau dusta. 

Sifat jujur menjadi salah satu sifat Rasulullah untuk memastikan semua ajaran yang disampaikan utusan Allah memang merupakan suatu kebenaran, bukan suatu kebohongan atau mengada-ngada.

Mukjizat yang termasuk irasional dianugerahkan oleh Allah kepada para rasul, termasuk Rasulullah Muhammad, sebagai senjata untuk menjadi jaminan sekaligus meyakinkan umat bahwa rasul memang orang yang jujur. 

Dalil kejujuran Rasulullah Muhammad serta para nabi dan rasul lainnya disampaikan Sayyid Husain dalam kitab al-Hushun al-Hamidiyah lil Muhafazah ‘alal ‘Aqaid al-Islamiyah sebagai berikut:

فَالدَّلِيْلُ: لَوْ كَذِبُوْا فِي ذَلِكَ لَلَزِمَ الْكَذِبُ فِي خَبَرِهِ تَعَالَى، لِتَصْدِيْقِهِ لَهُمْ بِالْمُعْجِزَاتِ الَّتِي يَجْرِيْهَا الله عَلَى أَيْدِيْهِمْ تَأْيِيْدًا لَهُمْ لِأَنَّهَا نَازِلَةٌ مَنْزِلَةَ قَوْلِهِ: "صَدَقَ عَبْدِيْ فِي كُلِّ مَا يُبَلِّغُ عَنِّيْ

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore