Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 18 Juni 2025 | 06.50 WIB

1 Muharram 2025 Jatuh pada Tanggal 27 Juni: Makna, Sejarah, dan Amalan Penting Bulan Muharram

Peringatan 1 Muharram 2025 jatuh pada tanggal 27 Juni menandakan awal tahun baru Islam 1447 H. (Freepik/Freepik)

JawaPos.com - 1 Muharram 2025 jatuh pada tanggal 27 Juni 2025 di Indonesia. Ini menandai awal tahun baru Islam 1447 H dan memiliki makna spiritual yang mendalam bagi umat Islam.

Penentuan tanggal ini bergantung pada rukyat hilal, sehingga tanggal pasti dapat bervariasi di beberapa wilayah.

Muharram bukan hanya menandakan pergantian tahun, tetapi juga merupakan salah satu dari empat bulan suci dalam Islam. 

Mengutip dari laman Islamic Finder, Allah menyebutkan bahwa terdapat empat bulan suci, yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab, yang memiliki keistimewaan khusus.

Berikut adalah daftar fakta penting tentang 1 Muharram 2025 jatuh pada tanggal 27 Juni dan makna bulan Muharram bagi umat Islam.

1. Makna Spiritual Bulan Muharram

Secara harfiah, kata “Muharram” berarti “dilarang” mengacu pada larangan melakukan perang atau kekerasan selama bulan ini, sebagaimana disebutkan dalam QS: At-Taubah ayat 5.

Bulan ini memberikan kesempatan bagi umat Islam untuk fokus pada ibadah, introspeksi, dan memperbaiki akhlak demi meraih keberkahan.

2. Sejarah Kalender Hijriah

Sebelum kalender Hijriah digunakan, umat Islam menggunakan penanda waktu berdasarkan tahun kelahiran Nabi Muhammad SAW, yang disebut “Am Al-Fil.”

Namun, pada masa Khalifah Umar bin Khattab RA, kalender Hijriah resmi dibentuk. Tahun 622 M, saat Nabi Muhammad SAW hijrah dari Makkah ke Madinah, ditetapkan sebagai tahun pertama dalam kalender ini, dengan Muharram sebagai bulan pembuka.

Oleh karena itu, 1 Muharram 2025 jatuh pada tanggal 27 Juni menandai peringatan tahun baru Islam 1447 H yang penuh makna.

3. Puasa di Bulan Muharram

Berpuasa di bulan Muharram memiliki keutamaan istimewa, khususnya puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram.

Pada masa awal Islam, puasa tanggal 10 Muharram merupakan kewajiban. Namun setelah puasa Ramadan ditetapkan sebagai ibadah wajib, puasa Asyura berubah menjadi sunnah (Sahih Bukhari: 1592).

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore