Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 24 Februari 2025 | 02.41 WIB

Sambil Menunggu Hasil SNBP, Lakukan Sholat Hajat dan Baca Doa Ini, Menjaga Peluang Lolos di Universitas Impianmu

Ilustrasi orang berdoa. (Freepik) - Image

Ilustrasi orang berdoa. (Freepik)

JawaPos.com – Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), sebagai salah satu jalur penerimaan mahasiswa di indonesia, menjadi salah satu harapan  besar para siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

Proses seleksinya sangat selektif serta kompetitif karena pendaftar datang dari seluruh penjuru Indonesia. Ada beragam cara untuk mempersiapkan diri agar lolos seleksi, salah satunya adalah beribadah.

Beribadah bisa kita lakukan sebagai usaha kita dalam meminta restu kepada Allah SWT. Selain melakukan sholat wajib 5 waktu, sholat sunnah bisa kita lakukan agar kita semakin dekat kepada Allah.

Sholat hajat menjadi sholat sunnah yang bisa kita lakukan ketika kita mempunyai keinginan tertentu atau mencari solusi terhadap suatu masalah. Kita sangat dianjurkan melaksanakan sholat hajat untuk memperoleh restu, Ridha, serta dikabulkan segala keinginan kita.

Syekh Nawawi Al-Bantani dalam kitab Nihayatuz Zain menyatakan bahwa seseorang yang sedang menghadapi kesulitan, membutuhkan solusi untuk kepentingan agama dan dunianya, serta merasakan kesempitan, disarankan untuk melaksanakan shalat hajat.

Sangat disarankan untuk melaksanakan shalat hajat sebanyak 12 rakaat dengan salam pada setiap 2 rakaat. Namun, melaksanakan sholat hajat meskipun hanya 2 rakaat juga sudah cukup memadai.

Berikut tata cara shalat hajat:

  1. Niat melaksanakan shalat hajat:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الحَاجَةِ رَكْعَتَيْنِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى

Ushallî sunnatal ḫâjati rak‘ataini adâ‘an lillâhi ta‘âlâ.

“Aku niat shalat sunnah hajat dua rakaat tunai karena Allah ta’ala.”

  1. Membaca Surat Al-Fatihah yang dilanjutkan dengan membaca surat-surat pendek. Dianjurkan untuk membaca surat Al-Ikhlas dan Ayat Kursi.
  2. Setelah selesai sholat, dianjurkan untuk membaca shalawat dan doa berikut:

سُبْحَانَ الَّذِي لَبِسَ العِزَّ وَقَالَ بِهِ، سُبْحَانَ الَّذِي تَعَطَّفَ بِالمَجْدِ وَتَكَرَّمَ بِهِ، سُبْحَانَ ذِي العِزِّ وَالكَرَمِ، سُبْحَانَ ذِي الطَوْلِ أَسْأَلُكَ بِمَعَاقِدِ العِزِّ مِنْ عَرْشِكَ وَمُنْتَهَى الرَّحْمَةِ مِنْ كِتَابِكَ وَبِاسْمِكَ الأَعْظَمِ وَجَدِّكَ الأَعْلَى وَكَلِمَاتِكَ التَّامَّاتِ العَامَّاتِ الَّتِي لَا يُجَاوِزُهُنَّ بِرٌّ وَلَا فَاجِرٌ أَنْ تُصَلِّيَ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Subḫânal-ladzî labisal-‘izza wa qâla bihi. Subḫânal-ladzî ta‘aththafa bil-majdi wa takarrama bihi. Subḫâna dzil-‘izzi wal-kirami, subḫâna dzith-thauli as’aluka bimu‘âqidil-‘izzi min ‘arsyika wa muntahar-raḫmati min kitâbika wa bismikal-a‘dhami wa jaddikal-a‘la wa kalimâtikat-tâmmâtil-‘âmmâtil-latî lâ yujâwizuhunna birrun wa lâ fâjirun an tushalliya ‘ala sayyidinâ Muḫammadin wa ‘ala âli sayyidinâ Muḫammadin.

“Mahasuci Zat yang mengenakan keagungan dan berkata dengannya. Mahasuci Zat yang menaruh iba dan menjadi mulia karenanya. Mahasuci Zat pemilik keagungan dan kemuliaan. Mahasuci Zat pemilik karunia.

Aku memohon kepada-Mu agar bershalawat untuk Sayyidina Muhammad dan keluarganya dengan garis-garis luar mulia Arasy-Mu, puncak rahmat kitab-Mu, dan dengan nama-Mu yang sangat agung, kemuliaan-Mu yang tinggi, kalimat-kalimat-Mu yang sempurna dan umum yang tidak dapat dilampaui oleh hamba yang taat dan durjana.”

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore