Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Rian Alfianto
Selasa, 27 Oktober 2026 | 19.26 WIB

Mantan PM Jepang Yasuo Fukuda Tutup Usia Akibat Gagal Jantung

Yasuo Fukuda, mantan Perdana Menteri Jepang, berbicara dalam sebuah wawancara dengan Associated Press di kantornya pada 21 September 2022, di Tokyo. (AP Photo/Eugene Hoshiko, File).

JawaPos.com - Mantan Perdana Menteri Jepang Yasuo Fukuda tutup usia akibat gagal jantung. Fukuda meninggal di sebuah rumah sakit di Tokyo, pada Kamis (26/10) kemarin. 

Fukuda dikenang sebagai pemimpin Jepang yang berupaya memperkuat hubungan dengan Tiongkok serta mendorong perlindungan konsumen dan penanganan perubahan iklim selama masa jabatannya pada 2007–2008.

Kabar meninggalnya Fukuda diumumkan oleh putranya pada Senin (26/10). Sejumlah media lokal Jepang melaporkan bahwa ia mengembuskan napas terakhir di rumah sakit di Tokyo.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyampaikan penghormatan kepada Fukuda. Ia menilai mantan pemimpin tersebut memiliki pengalaman luas dan pemahaman mendalam mengenai politik serta pemerintahan.

“Saya menyampaikan rasa terima kasih yang tulus atas dedikasinya selama bertahun-tahun kepada negara dan rakyatnya,” tulis Takaichi dilansir dari Japan Times.

Fukuda menjabat sebagai perdana menteri pada September 2007 setelah Shinzo Abe mengundurkan diri secara mendadak. Ia merupakan putra mantan Perdana Menteri Takeo Fukuda. Keduanya mencatatkan sejarah sebagai pasangan ayah dan anak pertama yang pernah menjabat sebagai perdana menteri Jepang.

Berupaya Mempererat Hubungan Jepang-Tiongkok

Salah satu warisan penting Fukuda adalah upayanya memperbaiki hubungan Jepang dengan Tiongkok di tengah dinamika politik dan kepentingan strategis kedua negara.

Pada Mei 2008, Fukuda menjamu Presiden Tiongkok saat itu, Hu Jintao, dalam kunjungan kenegaraan ke Jepang. Kedua pemimpin kemudian mengeluarkan pernyataan bersama yang menegaskan komitmen untuk memperkuat hubungan yang mereka sebut sebagai “hubungan yang saling menguntungkan berdasarkan kepentingan strategis bersama”.

Upaya diplomasi tersebut tidak berhenti setelah Fukuda meninggalkan jabatan perdana menteri. Ia tetap menjalin komunikasi dengan para pemimpin Tiongkok dan berperan sebagai penghubung informal antara Tokyo dan Beijing.

Pada Juli 2014, Fukuda bertemu secara tertutup dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing. Pertemuan itu turut membuka jalan bagi pertemuan tingkat tinggi pertama antara Xi dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada November tahun yang sama.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Fukuda pada Senin. Ia menyebut Fukuda sebagai sahabat lama rakyat Tiongkok dan mengapresiasi kontribusinya dalam memperkuat hubungan bilateral.

Diplomasi Fukuda berlangsung ketika hubungan Jepang dan Tiongkok menghadapi berbagai persoalan, termasuk perbedaan kepentingan strategis dan sejarah kedua negara. Pendekatannya menempatkan dialog sebagai salah satu jalur untuk menjaga komunikasi di tengah ketegangan.

Selain diplomasi, Fukuda juga berperan dalam mendorong agenda perubahan iklim di tingkat internasional.

Editor: Kuswandi
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore