Yasuo Fukuda, mantan Perdana Menteri Jepang, berbicara dalam sebuah wawancara dengan Associated Press di kantornya pada 21 September 2022, di Tokyo. (AP Photo/Eugene Hoshiko, File).
JawaPos.com - Mantan Perdana Menteri Jepang Yasuo Fukuda tutup usia akibat gagal jantung. Fukuda meninggal di sebuah rumah sakit di Tokyo, pada Kamis (26/10) kemarin.
Fukuda dikenang sebagai pemimpin Jepang yang berupaya memperkuat hubungan dengan Tiongkok serta mendorong perlindungan konsumen dan penanganan perubahan iklim selama masa jabatannya pada 2007–2008.
Kabar meninggalnya Fukuda diumumkan oleh putranya pada Senin (26/10). Sejumlah media lokal Jepang melaporkan bahwa ia mengembuskan napas terakhir di rumah sakit di Tokyo.
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyampaikan penghormatan kepada Fukuda. Ia menilai mantan pemimpin tersebut memiliki pengalaman luas dan pemahaman mendalam mengenai politik serta pemerintahan.
“Saya menyampaikan rasa terima kasih yang tulus atas dedikasinya selama bertahun-tahun kepada negara dan rakyatnya,” tulis Takaichi dilansir dari Japan Times.
Fukuda menjabat sebagai perdana menteri pada September 2007 setelah Shinzo Abe mengundurkan diri secara mendadak. Ia merupakan putra mantan Perdana Menteri Takeo Fukuda. Keduanya mencatatkan sejarah sebagai pasangan ayah dan anak pertama yang pernah menjabat sebagai perdana menteri Jepang.
Berupaya Mempererat Hubungan Jepang-Tiongkok
Salah satu warisan penting Fukuda adalah upayanya memperbaiki hubungan Jepang dengan Tiongkok di tengah dinamika politik dan kepentingan strategis kedua negara.
Pada Mei 2008, Fukuda menjamu Presiden Tiongkok saat itu, Hu Jintao, dalam kunjungan kenegaraan ke Jepang. Kedua pemimpin kemudian mengeluarkan pernyataan bersama yang menegaskan komitmen untuk memperkuat hubungan yang mereka sebut sebagai “hubungan yang saling menguntungkan berdasarkan kepentingan strategis bersama”.
Upaya diplomasi tersebut tidak berhenti setelah Fukuda meninggalkan jabatan perdana menteri. Ia tetap menjalin komunikasi dengan para pemimpin Tiongkok dan berperan sebagai penghubung informal antara Tokyo dan Beijing.
Pada Juli 2014, Fukuda bertemu secara tertutup dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping di Beijing. Pertemuan itu turut membuka jalan bagi pertemuan tingkat tinggi pertama antara Xi dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe pada November tahun yang sama.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Fukuda pada Senin. Ia menyebut Fukuda sebagai sahabat lama rakyat Tiongkok dan mengapresiasi kontribusinya dalam memperkuat hubungan bilateral.
Diplomasi Fukuda berlangsung ketika hubungan Jepang dan Tiongkok menghadapi berbagai persoalan, termasuk perbedaan kepentingan strategis dan sejarah kedua negara. Pendekatannya menempatkan dialog sebagai salah satu jalur untuk menjaga komunikasi di tengah ketegangan.
Selain diplomasi, Fukuda juga berperan dalam mendorong agenda perubahan iklim di tingkat internasional.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022