Logo JawaPos
Author avatar - Image
Penulis: Rian Alfianto
Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18.10 WIB

Bill Clinton Kecam Islamofobia, Kutip Ayat Al Qur’an tentang Perbedaan

Mantan Presiden AS Bill Clinton. (Al Jazeera).

 

JawaPos.com - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Bill Clinton mengecam retorika anti-Muslim dan diskriminasi terhadap umat Islam. Ia mengingatkan bahwa perbedaan agama seharusnya menjadi alasan bagi masyarakat untuk saling mengenal dan memahami, bukan saling merendahkan.
 
Pernyataan tersebut disampaikan Clinton dalam acara bertajuk 'Multiple Faiths, One Florida' di Koinonia Worship Centre, Florida belum lama ini. Dalam kesempatan itu, ia mengutip pesan Al-Qur’an tentang keberagaman manusia sekaligus menyoroti pentingnya membangun hubungan yang lebih baik di tengah perbedaan keyakinan.
 
“Saya lelah melihat orang-orang merendahkan umat Islam hanya karena mereka beragama Islam,” kata Clinton.

Bill Clinton Ingatkan Pesan Surah Al-Hujurat

Dalam pidatonya, Clinton mengutip Surah Al-Hujurat ayat 13 yang menjelaskan bahwa manusia diciptakan dalam beragam bangsa dan suku agar saling mengenal.
 
 
Pesan tersebut, menurut Clinton, menjadi pengingat bahwa perbedaan identitas dan keyakinan tidak semestinya dijadikan dasar untuk memusuhi kelompok lain.
 
Ia juga menekankan bahwa perilaku buruk dapat ditemukan di setiap komunitas agama. Karena itu, tindakan individu tidak seharusnya menjadi alasan untuk menghakimi seluruh pemeluk agama tertentu.
 
“Ada orang-orang yang berperilaku buruk dalam setiap agama karena kita semua adalah manusia yang tidak sempurna,” ujarnya.
 
Clinton turut menceritakan pengalaman keluarganya terkait Al-Qur’an. Ia mengatakan putrinya tertarik mempelajari kitab suci umat Islam dan membaca Al-Qur’an dari awal hingga akhir ketika berusia 15 tahun. Setelah itu, putrinya mendorong Clinton untuk turut membacanya.
 
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari pesan Clinton mengenai pentingnya mempelajari keyakinan orang lain untuk membangun pemahaman lintas agama.

Pernyataan Muncul di Tengah Kontroversi Politik AS

Pernyataan Clinton muncul di tengah kontroversi mengenai komentar Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Abdul El-Sayed, kandidat Partai Demokrat untuk Senat AS dari Michigan.
 
El-Sayed, mantan pejabat kesehatan masyarakat, berupaya menjadi Muslim pertama yang terpilih sebagai anggota Senat Amerika Serikat. Namun, pencalonannya menghadapi kritik dari lawan politik yang berusaha mengaitkannya dengan kelompok ekstremis.
 
Trump dilaporkan menyebut El-Sayed sebagai seorang 'jihadis', istilah yang memiliki makna beragam dalam tradisi Islam, tetapi juga kerap digunakan dalam wacana politik untuk mengasosiasikan seseorang dengan ekstremisme.
 
 
Penggunaan istilah tersebut dalam persaingan politik memunculkan persoalan mengenai batas antara kritik terhadap kandidat dan penggunaan identitas agama sebagai alat serangan politik.
 
Dalam konteks itu, pesan Clinton mengenai diskriminasi terhadap umat Islam menyoroti persoalan yang lebih luas, yakni bagaimana perbedaan agama diperlakukan dalam kehidupan publik Amerika Serikat.
 
Pernyataan Clinton menekankan pentingnya membedakan kritik terhadap tindakan atau pandangan politik seseorang dari prasangka terhadap agama yang dianutnya.
 
Melalui pernyataannya, Clinton mengingatkan bahwa tidak ada komunitas agama yang sepenuhnya bebas dari perilaku buruk. Karena itu, penilaian terhadap seseorang semestinya didasarkan pada perilaku dan tindakannya, bukan digeneralisasi kepada seluruh pemeluk agama yang sama.
 
Di tengah perdebatan politik mengenai identitas Muslim di Amerika Serikat, seruan tersebut kembali menempatkan toleransi dan pemahaman lintas agama sebagai bagian penting dari kehidupan demokratis.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore