Ilustrasi kapal tanker di perairan Selat Hormuz. ( AP Photo/Kamran Jebreili).
JawaPos.com - Amerika Serikat (AS) dilaporkan memperluas tekanan militer di sekitar Iran dengan menyerang kapal berbendera Panama yang sedang menuju pelabuhan Iran. Sementara kelompok Houthi yang didukung Teheran menyerang kapal di Selat Bab el-Mandeb hingga menewaskan tiga awak. Hal ini menyebabkan situasi di selat Hormuz kembali panas.
Padahal, di tengah eskalasi tersebut, upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan di Selat Hormuz baru saja menunjukkan tanda-tanda kemajuan.
Serangan AS dan Houthi berlangsung ketika Pakistan dan Qatar mengisyaratkan adanya perkembangan dalam upaya mediasi. Pakistan bahkan menggelar pertemuan tingkat tinggi di Teheran, sedangkan Qatar menyebut pembicaraan antara Iran dan Oman telah memasuki tahap lanjut.
Situasi ini membuat jalur pelayaran strategis di kawasan Teluk tetap berada dalam tekanan. Iran masih menegaskan Selat Hormuz tidak akan dibuka sepenuhnya sebelum tuntutannya dipenuhi, meski pembicaraan mengenai pengaturan lalu lintas kapal terus berlangsung.
Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan sebuah helikopter Angkatan Laut AS menembakkan dua rudal Hellfire ke kapal Vela Nova yang berbendera Panama.
Serangan dilakukan setelah awak kapal disebut mengabaikan peringatan berulang dan tetap melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan Iran.
Rudal tersebut kemudian melumpuhkan sistem kemudi kapal. Dilansir via Iran International, CENTCOM menegaskan blokade maritim yang diberlakukan Washington masih berjalan. Hingga Selasa (11/8), pasukan AS disebut telah mengalihkan 55 kapal komersial, melumpuhkan tiga kapal, dan menaiki dua kapal lainnya.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa Washington tidak mengendurkan tekanan terhadap aktivitas pelayaran yang dianggap berkaitan dengan Iran, meskipun jalur diplomasi mulai bergerak.
Di sisi lain, ancaman terhadap pelayaran tidak hanya datang dari operasi AS.
Sebuah kapal kargo geladak diserang kelompok Houthi di Selat Bab el-Mandeb pada Selasa. Tiga awak kapal tewas dalam serangan tersebut, menurut laporan Reuters yang mengutip sumber penjaga pantai Yaman dan pejabat militer pemerintah.
Bab el-Mandeb merupakan salah satu jalur pelayaran penting yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. Gangguan di kawasan tersebut berpotensi memperbesar tekanan terhadap perdagangan dan pengiriman energi global, terutama ketika Selat Hormuz juga masih berada dalam situasi genting.
Sementara itu, laporan Asharq Al-Awsat pada hari yang sama, yang mengutip sumber keamanan Yaman, menyebut perwira Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) ikut mengawasi peningkatan operasi militer Houthi di Yaman.
Menurut laporan itu, utusan Iran untuk kelompok tersebut, Ali Mohammad Rezaei, secara langsung mengawasi sebuah ruang operasi yang menangani urusan militer dan keamanan di wilayah yang dikuasai Houthi.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Jessica Mila Sentil Kapten Kapal Soal Polemik Pulau Padar: Harus Terbuka soal Larangan Berlayar!
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku SepekanÂ
