
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria. (Dok/Komdigi)
JawaPos.com - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menilai pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) yang dikombinasikan dengan teknologi blockchain berpotensi memperkuat sistem perdagangan nasional sekaligus menekan potensi kebocoran di berbagai tahapan proses bisnis.
Menurutnya, penerapan sistem digital yang terintegrasi dari hulu hingga hilir akan membuat alur perdagangan lebih transparan. Dengan begitu, pemerintah maupun pelaku usaha dapat lebih mudah mengidentifikasi titik kehilangan, meningkatkan efisiensi operasional, hingga meminimalkan praktik kecurangan.
"Kalau bisa dibuat satu sistem perdagangan yang pencatatannya lebih akurat, kita bisa mencegah kebocoran. Produksinya juga bisa lebih baik karena kita dapat mendeteksi titik-titik kehilangan sehingga optimasi bisa dilakukan,” ujar Wamen Nezar saat menerima audiensi Blockchain, Robotics, and Artificial Intelligence Network (BRAIN) IPB University di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Rabu (22/7).
Nezar menjelaskan, blockchain memiliki kemampuan menciptakan sistem pencatatan transaksi yang terbuka, aman, dan sulit diubah. Di sisi lain, AI dapat dimanfaatkan untuk mengolah data, memprediksi kebutuhan pasar, mengoptimalkan proses produksi, hingga membuat distribusi barang menjadi lebih efisien.
Ia menambahkan, setiap perpindahan data, proses pembayaran, maupun distribusi logistik dalam rantai perdagangan selama ini selalu menimbulkan biaya tambahan yang memengaruhi efisiensi sistem secara keseluruhan.
Oleh sebab itu, ia menilai digitalisasi menyeluruh pada seluruh rantai pasok menjadi langkah penting agar proses bisnis dapat berjalan lebih sederhana, terhubung, dan hemat biaya.
"Setiap perpindahan moda ada cost. Pindah ke platform lain, ada cost lagi. Karena itu sekarang arahnya adalah sistem yang seamless, end-to-end, sehingga proses bisnis menjadi lebih efisien," tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Pusat Riset BRAIN IPB, Yandra Arkeman, mempresentasikan konsep pemanfaatan AI dan blockchain untuk memperkuat sistem perdagangan nasional, termasuk melalui gagasan single gate export.
Melalui konsep tersebut, blockchain berfungsi sebagai fondasi pencatatan seluruh transaksi, sedangkan AI dimanfaatkan untuk melakukan analisis data sekaligus menghasilkan prediksi terhadap kebutuhan pasar.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
2 Alasan Vicky Prasetyo Belum Menjenguk Fangfang yang Sudah Melahirkan Buah Hatinya
Komentar Pedas Zlatan Ibrahimovic di Piala Dunia 2026 Bikin Heboh, Ini Deretan Frasa Ikoniknya
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Mediasi Ruben Onsu dan Sarwendah Digelar Tertutup, Ini yang Terjadi di Dalam Ruangan
