
Ilustrasi Iran kembali luncurkan serangan rudal terbaru. (Euronews)
JawaPos.com - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim serangan rudal balasan mereka tidak hanya menghantam target militer Amerika Serikat di kawasan, tetapi juga melumpuhkan fasilitas pertahanan penting yang selama ini tidak diungkap secara terbuka oleh Pentagon.
Salah satu sasaran yang disebut mengalami kerusakan adalah pangkalan militer AS di Yordania, di tengah rangkaian operasi balasan Iran terhadap serangan Washington.
Menurut IRGC, gelombang terbaru Operasi Nasr-2 (Victory-2) menjadi salah satu serangan paling signifikan karena berhasil menembus sistem pertahanan udara Amerika di kawasan Teluk dan Timur Tengah.
Dalam pernyataan yang dirilis Selasa (21/7) dini hari, IRGC mengatakan operasi tersebut merupakan hukuman atas tindakan militer Amerika Serikat yang dianggap mengganggu keamanan Selat Hormuz dan menyerang wilayah Iran.
"Beberapa jam lalu, operasi besar para pejuang Islam dimulai untuk menghukum tentara AS yang membunuh anak-anak karena mengganggu keamanan Selat Hormuz dan melanggar wilayah tanah air kami," demikian pernyataan Departemen Hubungan Masyarakat IRGC.
IRGC juga mengklaim pasukan Dirgantara Garda Revolusi berhasil membuat sistem radar dan pertahanan udara Amerika mengalami gangguan besar selama operasi berlangsung.
"Putra-putra Anda di Pasukan Dirgantara IRGC menciptakan malam yang gelap bagi radar dan sistem pertahanan udara Amerika di kawasan. Dalam gelombang ke-24 Operasi Nasr-2, sebuah sistem pertahanan Amerika dan radar di Al-Muharraq, Bahrain, dihancurkan sepenuhnya dan dikeluarkan dari operasional. Sistem pertahanan udara Patriot Amerika di Al-Rifa', Bahrain juga menjadi sasaran serangan rudal dan drone secara bersamaan hingga berhasil dihancurkan," lanjut pernyataan tersebut.
Selain menyebut kehancuran fasilitas di Bahrain, media-media yang dekat dengan pemerintah Iran juga melaporkan bahwa serangan rudal menghantam pangkalan militer AS di Yordania.
Klaim ini disebut belum pernah diakui secara terbuka oleh Pentagon, sehingga memunculkan spekulasi bahwa tingkat kerusakan fasilitas tersebut tidak dipublikasikan oleh pihak Amerika Serikat.
IRGC menegaskan operasi militer terhadap target-target Amerika akan terus berlanjut apabila Washington kembali melakukan tindakan yang dianggap sebagai agresi terhadap Iran.

Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Taruhan 3 Hektar Kebun Sawit Rp 420 Juta demi Final Spanyol vs Argentina Viral, Vincent jadi Saksi
Sarwendah Dikabarkan Hengkang dari Rumah Cilandak, Begini Komentar Pihak Ruben Onsu
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Atlet Golf Putri Indonesia Diduga Diculik, Sedang Rayakan Ultah Nenek di Restoran Tiba-tiba Disergap 5 Pria
Menlu Iran Ungkap Dugaan Kebocoran Intelijen di Jantung Kekuasaan, Serangan yang Tewaskan Khamenei Dinilai Sudah Diketahui Musuh
Hotman Paris Sampaikan Permintaan Maaf usai Diduga Hina Wartawan "Lu punya otak enggak sih?"
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Polisi Periksa Saksi dan CCTV, Ungkap Dugaan Penculikan Atlet Golf Putri Indonesia Jesslyn Wijaya
