Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 14 Juli 2026 | 15.02 WIB

Ketegangan AS-Iran Meningkat, Harga Minyak Brent dan WTI Tembus Level Baru

Dalam kondisi damai, sekitar 20 persen pasokan minyak dunia dan gas alam cair global melintasi Selat Hormuz / Foto: (Al Jazeera) - Image

Dalam kondisi damai, sekitar 20 persen pasokan minyak dunia dan gas alam cair global melintasi Selat Hormuz / Foto: (Al Jazeera)

JawaPos.com - Harga minyak mentah dunia melonjak signifikan pada perdagangan Selasa (14/7) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberlakukan kembali blokade terhadap kapal-kapal Iran yang melintasi Selat Hormuz dan menuntut pembayaran untuk semua kargo lain.

Dilansir Investing, Kontrak berjangka minyak mentah Brent naik 1,79 poin atau 2,11 persen menjadi USD 84,96 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik 1,68 atau 2,14 persen menjadi USD 79,80 per barel.

Dilansir Bloomberg, Trump menuntut penggantian biaya sebesar 20 persen untuk kargo atau sekitar US$30 juta untuk kapal tanker super penuh yang membawa minyak saat pasukan AS melancarkan serangan malam ketiga terhadap Iran yang mungkin berlangsung beberapa hari lagi.

Iran berhasil mengekspor setidaknya 57 juta barel minyak mentah selama jeda singkat antara dua blokade angkatan laut Amerika, menyoroti apa yang dipertaruhkan bagi pasar minyak global sekarang setelah pembatasan diberlakukan kembali.

“Mereka baru saja mengirimkan minyak dengan kecepatan yang luar biasa,” ujar kepala eksekutif di Infrastructure Capital Management Jay Hatfield dikutip Selasa (14/7).

Sementara itu, Pusat Informasi Maritim Gabungan mengatakan Komando Pusat AS akan mulai memberlakukan blokade semua pelabuhan dan wilayah pesisir Iran pada pukul 4 sore waktu New York pada Selasa.

Trump mengatakan AS akan mendapatkan penggantian biaya dari negara-negara yang dibantunya untuk dilindungi di selat tersebut, dengan menyebut Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, dan Kuwait.

Eskalasi serangan tersebut semakin meningkatkan ketidakpastian terhadap masa depan kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan Iran yang ditandatangani bulan lalu. Kesepakatan itu bertujuan membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang setelah 60 hari tambahan perundingan.

Setelah kesepakatan tersebut, pasokan minyak global meningkat sebesar 4,1 juta barel per hari pada Juni. Meski demikian, jumlah itu masih 9,4 juta barel per hari lebih rendah dibandingkan tingkat sebelum perang, menurut laporan bulanan International Energy Agency (IEA) yang dirilis pada Jumat.

"Harapan akan penyelesaian yang relatif cepat atas bentrokan terbaru kemungkinan kini dipertanyakan setelah ketegangan meningkat selama akhir pekan," tulis analis ANZ dalam sebuah catatan.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore