
Dalam kondisi damai, sekitar 20 persen pasokan minyak dunia dan gas alam cair global melintasi Selat Hormuz / Foto: (Al Jazeera)
JawaPos.com - Harga minyak mentah dunia melonjak signifikan pada perdagangan Selasa (14/7) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberlakukan kembali blokade terhadap kapal-kapal Iran yang melintasi Selat Hormuz dan menuntut pembayaran untuk semua kargo lain.
Dilansir Investing, Kontrak berjangka minyak mentah Brent naik 1,79 poin atau 2,11 persen menjadi USD 84,96 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik 1,68 atau 2,14 persen menjadi USD 79,80 per barel.
Dilansir Bloomberg, Trump menuntut penggantian biaya sebesar 20 persen untuk kargo atau sekitar US$30 juta untuk kapal tanker super penuh yang membawa minyak saat pasukan AS melancarkan serangan malam ketiga terhadap Iran yang mungkin berlangsung beberapa hari lagi.
Iran berhasil mengekspor setidaknya 57 juta barel minyak mentah selama jeda singkat antara dua blokade angkatan laut Amerika, menyoroti apa yang dipertaruhkan bagi pasar minyak global sekarang setelah pembatasan diberlakukan kembali.
“Mereka baru saja mengirimkan minyak dengan kecepatan yang luar biasa,” ujar kepala eksekutif di Infrastructure Capital Management Jay Hatfield dikutip Selasa (14/7).
Sementara itu, Pusat Informasi Maritim Gabungan mengatakan Komando Pusat AS akan mulai memberlakukan blokade semua pelabuhan dan wilayah pesisir Iran pada pukul 4 sore waktu New York pada Selasa.
Trump mengatakan AS akan mendapatkan penggantian biaya dari negara-negara yang dibantunya untuk dilindungi di selat tersebut, dengan menyebut Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Bahrain, dan Kuwait.
Eskalasi serangan tersebut semakin meningkatkan ketidakpastian terhadap masa depan kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan Iran yang ditandatangani bulan lalu. Kesepakatan itu bertujuan membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang setelah 60 hari tambahan perundingan.
Setelah kesepakatan tersebut, pasokan minyak global meningkat sebesar 4,1 juta barel per hari pada Juni. Meski demikian, jumlah itu masih 9,4 juta barel per hari lebih rendah dibandingkan tingkat sebelum perang, menurut laporan bulanan International Energy Agency (IEA) yang dirilis pada Jumat.
"Harapan akan penyelesaian yang relatif cepat atas bentrokan terbaru kemungkinan kini dipertanyakan setelah ketegangan meningkat selama akhir pekan," tulis analis ANZ dalam sebuah catatan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Prediksi Skor Lecce vs Roma di Liga Italia: Misi I Giallorossi Curi 3 Poin di Stadio Via del Mare!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Monaco vs Marseille di Liga Prancis: Les Phoceens Tak Ingin Malu di Stade Louis II
Prediksi Skor Celta Vigo vs Athletic Bilbao: Masih Tumpul, Los Leones Terancam Gagal Menang Lagi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
5 Arti Burung Perkutut Bunyi di Malam Hari, Mitos atau Pertanda Gaib? Simak Maknanya Berikut
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
Pemerintah Tutup Permanen 455 SPPG Karena Tak Penuhi SLHS, Ini Data Rinciannya
