Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 14 Juli 2026 | 03.15 WIB

AS Lancarkan Gelombang Serangan Baru ke Iran, Ketegangan Selat Hormuz Memanas dan Gencatan Senjata Kian Terancam

Jet tempur F-16 AS terbang di Timur Tengah di tengah eskalasi serangan terbaru terhadap Iran dan ketegangan di Selat Hormuz. / Foto: (The Guardian) - Image

Jet tempur F-16 AS terbang di Timur Tengah di tengah eskalasi serangan terbaru terhadap Iran dan ketegangan di Selat Hormuz. / Foto: (The Guardian)

JawaPos.com — Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat setelah Washington melancarkan gelombang serangan militer terbaru ke sejumlah sasaran Iran di tengah sengketa mengenai Selat Hormuz. Eskalasi ini memicu serangkaian serangan balasan dari Teheran ke kepentingan militer AS di kawasan Teluk sekaligus memperbesar ancaman terhadap kelangsungan gencatan senjata sementara yang baru disepakati beberapa pekan lalu.

Perkembangan terbaru tersebut juga meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas jalur pelayaran energi paling strategis di dunia. Selat Hormuz selama ini menjadi jalur transit sekitar seperlima perdagangan minyak mentah dan gas alam cair (LNG) global. Gangguan di kawasan itu berpotensi memicu lonjakan harga energi sekaligus menambah tekanan terhadap perekonomian dunia yang masih menghadapi inflasi tinggi.

Dilansir dari The Guardian, Senin (13/7/2026), Komando Pusat Militer AS (US Central Command/CENTCOM) menyatakan serangan terbaru dimulai sekitar pukul 21.00 GMT pada Minggu (12/7) malam. Operasi tersebut disebut bertujuan terus melemahkan kemampuan Iran menyerang kapal-kapal sipil maupun kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz

CENTCOM juga menyebut Presiden Donald Trump telah memerintahkan operasi tersebut untuk meminta pertanggungjawaban Iran atas berbagai serangan terhadap jalur pelayaran internasional. Trump bahkan menegaskan operasi militer itu akan terus berlanjut. "Kami sedang menghajar mereka," kata Trump mengenai rangkaian serangan akhir pekan terhadap Iran.

Sebagai respons, Iran melancarkan serangan terhadap sejumlah negara yang menjadi lokasi pangkalan militer AS di kawasan. Militer Yordania menyatakan berhasil mencegat empat rudal Iran, sementara Angkatan Bersenjata Kuwait mengatakan tengah menghadapi sejumlah sasaran udara yang mereka sebut sebagai ancaman. 

Sebelumnya pada Minggu, Iran juga memperluas serangan hingga ke Qatar, negara yang selama ini berperan sebagai mediator dalam pembicaraan gencatan senjata. Uni Emirat Arab juga melaporkan sistem pertahanan udaranya mencegat rudal dan drone Iran.

Sementara itu, media Iran melaporkan ledakan dan serangan rudal terjadi di sekitar Kota Sirik, Bandar Abbas, serta Pulau Qeshm yang menjadi lokasi sejumlah fasilitas militer penting di sekitar Selat Hormuz. CENTCOM menyebut pihaknya melancarkan sekitar 140 serangan pada Sabtu malam, sedangkan sehari sebelumnya militer AS mengklaim telah menghantam lebih dari 300 target militer Iran dalam tiga malam berturut-turut. 

Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim menyerang sasaran di Yordania, Kuwait, Oman, dan Qatar, meski klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Kementerian Luar Negeri Iran mengecam keras operasi terbaru AS. Dalam pernyataannya, Teheran menilai tindakan Washington telah menggagalkan seluruh upaya diplomasi yang selama beberapa bulan terakhir ditempuh untuk meredakan ketegangan di kawasan Asia Barat.

"Pemerintah AS telah membuat seluruh upaya beberapa bulan terakhir untuk menurunkan ketegangan dan mewujudkan perdamaian di kawasan Asia Barat menjadi sia-sia," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Iran.

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore