Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 11 Juli 2026 | 00.01 WIB

Iran Serang Infrastruktur Militer AS di Teluk, Ledakan Guncang Bushehr saat Pemakaman Ayatollah Khamenei

Peti jenazah Ayatollah Ali Khamenei. (AFP via Al-Jazeera) - Image

Peti jenazah Ayatollah Ali Khamenei. (AFP via Al-Jazeera)

JawaPos.com - Konflik antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat pada Kamis (9/7) ketika angkatan bersenjata Iran melancarkan serangan terhadap infrastruktur militer Amerika Serikat di sejumlah negara kawasan Teluk.

Serangan ini menjadi babak terbaru yang semakin memperburuk gencatan senjata yang baru berusia sekitar tiga pekan. Di saat yang hampir bersamaan, media Iran melaporkan serangkaian ledakan terjadi di sejumlah wilayah selatan negara itu, termasuk Bushehr yang menjadi lokasi salah satu pembangkit listrik tenaga nuklir Iran.

Ledakan juga dilaporkan terdengar di Konarak, Choghadak, dan Bandar Abbas. Meski demikian, seorang pejabat Amerika Serikat menyatakan tidak ada serangan militer AS yang dilakukan dalam beberapa jam terakhir.

Melansir Reuters, eskalasi terbaru berlangsung ketika Iran menggelar pemakaman Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei di kompleks makam suci di Mashhad. Prosesi tersebut menjadi penutup rangkaian upacara penghormatan dan unjuk dukungan yang berlangsung selama sepekan.

Khamenei tewas akibat serangan udara pada hari pertama perang yang pecah pada 28 Februari. Serangan tersebut merupakan bagian dari operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran yang kemudian memicu konflik berkepanjangan selama berbulan-bulan.

Perang tersebut menewaskan ribuan orang serta mengguncang pasokan energi global akibat terganggunya jalur distribusi minyak di kawasan Timur Tengah.

Dalam prosesi pemakaman, ribuan pelayat memenuhi halaman kompleks makam suci. Sejumlah peserta membawa spanduk yang mengecam Presiden Amerika Serikat Donald Trump, termasuk bertuliskan, 'We Will Kill Trump'.

Sebelumnya, gencatan senjata mulai runtuh setelah awal pekan ini terjadi serangan terhadap kapal-kapal pelayaran milik Qatar dan Arab Saudi. Insiden tersebut membuat Presiden Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata telah berakhir.

Meski demikian, seorang pejabat AS lainnya mengatakan Washington masih berkomitmen mencari penyelesaian diplomatik dengan Iran.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore